teman skripsi

teman skripsi

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2020
Aku Adi, biasa dipanggil Agus. Agustine Kurniadi nama lengkapku, banyak yang mengira aku perempuan karena namaku Agustine. Nyatanya aku lelaki tulen dari lahir. Aku mahasiswa matematika semester akhir di Universitas Permusyawaratan Bangsa. Aku bersahabat dengan semua orang, bahkan yang bukan orang pun aku bersahabat. Ada yang bersahabat baik, ada pula yang bersahabat tak baik. Salah satu sahabatku paling setia menemaniku akhir-akhir ini ialah Mba Lingsa. Ia senang menemaniku mengerjakan tugas akhir kuliahku atau lebih tepatnya senang menggodaku. Berawal dari ketaksengajaanku berkenalan dengannya saat dia menangis di ujung kebun itu. Sekarang ia mulai bahagia, bagaimana tidak? Ia tertawa setiap malam, apalagi saat aku stuck dengan tugas akhirku. Dasar Mba Lingsa. Dibalik tawanya, ia menyimpan kisahnya yang "indah". Baiklah Mba Lingsa, izinkan aku menceritakan kisahmu disini. Biar kamu tidak ganggu-ganggu aku lagi!!! Aku capek! "Hihihihi" suara Mba Lingsa tiap malam. *mohon maaf gambar sampulnya masih belum HD **ini cerita pertamaku, minta kritik dan sarannya ya gais. Terima Kasih. Agustine Kurniadi
All Rights Reserved
#1
tingkatakhir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mendadak Ipar
  • Rahasia Dibalik Seragam
  • BEDA DUNIA
  • Moonstruck
  • Hi, Pak Dosen!
  • ALCA STORY
  • My Bad Boy Arga [SELESAI]
  • Varrelentina
  • ANNISA {ON GOING}

(18+) Marriage Life. Nggak ada adegan berbahaya, tapi banyak jokes dewasa. ------- Spin-off dari "Mendadak Mama". Tapi kalian nggak harus baca MM dulu untuk paham cerita ini. ------- Iqbal Sya'bani (Iqbal). Dosen fakultas teknik yang brillian, tampan, mapan, mendadak jatuh cinta pada Luli, adik perempuan sahabatnya. Salah satu mahasiswi, yang jauh dari kata istimewa. Zulfa Nurulita (Luli). Sebenarnya dia istimewa. Dia hanya lemot. Eh bukan! Dia hanya tak istimewa dalam kemampuannya menguasai mata kuliah. Oh ya, satu lagi, wajahnya juga biasa saja. Ah, ini sih akan mudah. But, wait ..., mungkin saja kalian salah! *** "Jadi, apakah kamu menerima lamaran saya, Zulfa?" "Maaf. Belum, Pak." "Alhamdulillah." "Kok Alhamdulillah?" "Karena jawabanmu 'belum', bukan 'tidak', minimal masih ada harapan buat saya." *** Akankah harapan Iqbal menjadi nyata? Atau justru berakhir dengan tangan hampa? ------ Pecinta Fikar-Nara wajib baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines