Our Promise

Our Promise

  • WpView
    LECTURAS 412
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 5, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Setelah sekian lama mereka dipisahkan oleh waktu, akhirnya mereka dipertemukan. Mereka dipertemukan oleh sebuah takdir untuk membayar semua janji mereka. Janji masa kecil yang belum sempat mereka tepati. Dengan kepolosan mereka saat kecil, dengan beraninya mereka membuat janji yang seakan-akan mereka menepatinya. Entah apa yang ada di dalam pikiran mereka saat itu. Seolah-olah janji adalah kata yang mudah dilakukan. Namun seiring berjalannya waktu, takdir mencoba mempermainkan mereka. Dengan banyaknya konflik yang datang di kehidupan mereka berdua. Tapi apa yang terjadi? Akankah sebuah janji akan mereka tepati? Atau justru mereka ingkari? Jangan sesekali kau ucap janji jika kau tidak mampu menepati ~ Our Promise ~ don't copy my story ~
Todos los derechos reservados
#58
softgirl
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Erlangga
  • After Nine Years
  • November (COMPLETED)
  • ALVANO ALASTAR
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • LEITHLEACH
  • OUR PROMISE
  • Dandelion [Completed]
  • UNTUK REVAN |NEW VERSION|
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido