Epiphani

Epiphani

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2020
Diandra tak sadar dan mungkin tak akan sadar segala yang ada di sekitarnya adalah bagian dari dirinya dan sangat berharga untuknya. Sayangnya, sosoknya yang begitu rapuh tak mampu menyadari bahwa dirinya lebih berharga. Hingga datanglah seberkas cahaya Bintang menghilangkan redupan dalam hidupnya. ATTENTIONN!!!! UPDATE SETIAP HARI JUMAT
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Denial Zone
  • Malam Dan Bintang Kita
  • Janji dalam mimpi
  • FATE
  •  REMEMBER {Krist x Singto}
  • SetaLyna
  • Jejak di Antara Semesta
  • STILL IN LOVE [END]
  • Am I ? (COMPLETED)
  • Takdir dua Nama

Dia berdiri di zona yang dia ciptakan sendiri-zona penyangkalan. Zona di mana rasa suka dianggap sebagai kelemahan, dan kepercayaan menjadi sesuatu yang terlalu mahal untuk diberikan. Di sana, ia tidak berharap apa pun, tidak menggantungkan diri pada siapa pun. Ia memilih terlihat biasa saja, meski perlahan menyadari ada rasa yang mulai tumbuh dan sulit diabaikan. Setiap kali seseorang mendekat, langkahnya otomatis tertahan. Jarak menjadi pilihan paling masuk akal. Mendekat selalu berarti membuka celah, dan celah membawa kemungkinan untuk kembali terluka. Tapi bagaimana jika ada seseorang yang memilih tetap menunggu di batas zona itu? Dengan kesadaran bahwa setiap langkah mendekat akan selalu disambut penyangkalan. Seseorang yang tetap ingin masuk, meski tahu perasaannya mungkin hanya akan dianggap sebagai gangguan. Dan tanpa mereka sadari, sebenarnya mereka berdiri di titik yang sama. Sama-sama dekat, sama-sama ragu. Sama-sama ingin, tapi sama-sama diam. Jarak itu bukan diciptakan oleh satu pihak saja, melainkan oleh dua hati yang sama-sama takut bergerak. Denial Zone adalah kisah tentang hati yang ingin sembuh, tapi belum sepenuhnya berani. Tentang dua orang yang sebenarnya saling suka, namun terjebak dalam penyangkalan yang mereka buat sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines