Help Me

Help Me

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 17, 2020
Apa yang akan kamu lakukan saat ada yang meminta tolong padamu? Bagaimana jika pertolongan yang diberikan bukanlah untuk makhluk hidup? Sebuah kisah pendek seorang mahasiswi yang terjebak dalam peristiwa rumit seorang gadis di rumah kosong. Akankah mahasiswi itu bisa keluar dari kejadian-kejadian tak masuk akal yang terus menghantuinya?
All Rights Reserved
#728
tears
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuh Luka (On Going)
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓
  • Soulmate (New Version Mate) (END)
  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  • Alisa's Story
  • Kathréftis {καθρέφτης}|| End✓
  • Meneroka Jiwa
  • A Story

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋

More details
WpActionLinkContent Guidelines