BELIA: ARENA (HIATUS)

BELIA: ARENA (HIATUS)

  • WpView
    Reads 958
  • WpVote
    Votes 457
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2020
Bagi Airel Salasil Driadi, meminimalisir resiko masalah dalam hidup sangatlah penting. Memiliki sisi perspektif yang seringkali berbeda dengan orang lain pun bukanlah hal tabu (tentu saja hanya bagi orang terdekatnya). Meski begitu, ia tetap mengutamakan prinsip "The Most Important Thing is to Minimize The Problem". Tapi kali ini, ia merasa tak bisa menghindar untuk melibatkan diri. Menawarkan cemas yang silih berganti, kala hubungan yang tak di impikannya semakin dekat. *** "Kepekaan seseorang akan berkurang jika sudah tidak berada dalam lingkaran yang sama." Orang dewasa bilang, akan merepotkan bila bersangkutan dengan remaja. Mereka cenderung meragukan, apalagi dengan khayalan yang seakan menembus jalur pesawat angkasa. Tak dipungkiri hal ini memang benar adanya. Namun barangkali mereka lupa, bahwa remaja bukan lagi berada dalam masa kanak-kanak. Setidaknya, itulah yang Airel pikirkan. Mempunyai keluarga, sahabat, dan lingkungan yang memadai saja ternyata belum cukup untuk menjadi remaja yang sesungguhnya. Mungkin sebab itulah pula, kini ia berada pada situasi yang tak ia harap nyata. Inilah kisah remaja seorang gadis bernama Airel. Ketika sebuah keputusan mengubah ekspetasi hidupnya, membuat ia ditarik paksa membuka riuhnya tiap sisi arena berliku yang tersendiri. Dan tentang sulitnya ... ... perasaan remaja.
All Rights Reserved
#32
cintadisma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Missing You (COMPLETED)
  • Syerli And The Wounds That Never End
  • the way you hurt me (ON GOING)
  • Gula - Gula
  • ALEXON [END]
  • ALGARA & ALTARA [End]βœ“
  • DANADYAKSA

"Kamu itu nyata, tapi tak terlihat ada." ~Maharani~ Kamu hanyalah ilusi terbesar bagiku. Orang lain tak bisa melihatmu, tapi aku bisa menemukan kehadiranmu di sisiku. Kamu hidup, tapi tak pernah terlihat. Kehadiranmu ada, tapi tak bisa di rasakan oleh mereka. Mungkin bagi mereka ini hanyalah halusinasi belaka, tapi bagi kita ini adalah suatu hal untuk membuktikan fakta yang sebenarnya. Bagaimana jadinya jika kita jatuh cinta pada makhluk tak kasap mata? Mungkin ini adalah suatu hal yang mustahil tapi memang begitu kenyataannya. Maharani adalah seorang gadis yang hidup dengan keluarga yang berantakan. Kedua orangtuanya ada, tapi tak pernah memperdulikan dirinya. Sampai suatu ketika ia merasakan kehancuran dalam hidupnya. Membuat ia tak sanggup untuk hidup dan berniat mengakhiri hidupnya, tapi itu semua ia urungkan ketika sosok pria memberinya dukungan juga menolongnya dari kematian. Pria itu adalah Fajar Ragardan. Pria ramah dan dingin yang selalu ada untuknya. "Mereka tak salah, tapi fakta yang kamu tak tahu adalah, bahwa keberadaan diriku tak pernah nyata." ~Fajar Ragardan~ Semua ini memang tak nyata, hanya ada roh yang menjalar, namun tak menetap di satu sisi yang memang nyata. Ketika cinta terbit, apa seorang wanita yang selalu membuat masalah akan menyadari, bahwa pria yang membuat dirinya lebih hidup nyata? Atau justru kesedihan yang akan memisahkan mereka berdua?

More details
WpActionLinkContent Guidelines