BELIA: ARENA (HIATUS)

BELIA: ARENA (HIATUS)

  • WpView
    LECTURES 959
  • WpVote
    Votes 457
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., mai 20, 2020
Bagi Airel Salasil Driadi, meminimalisir resiko masalah dalam hidup sangatlah penting. Memiliki sisi perspektif yang seringkali berbeda dengan orang lain pun bukanlah hal tabu (tentu saja hanya bagi orang terdekatnya). Meski begitu, ia tetap mengutamakan prinsip "The Most Important Thing is to Minimize The Problem". Tapi kali ini, ia merasa tak bisa menghindar untuk melibatkan diri. Menawarkan cemas yang silih berganti, kala hubungan yang tak di impikannya semakin dekat. *** "Kepekaan seseorang akan berkurang jika sudah tidak berada dalam lingkaran yang sama." Orang dewasa bilang, akan merepotkan bila bersangkutan dengan remaja. Mereka cenderung meragukan, apalagi dengan khayalan yang seakan menembus jalur pesawat angkasa. Tak dipungkiri hal ini memang benar adanya. Namun barangkali mereka lupa, bahwa remaja bukan lagi berada dalam masa kanak-kanak. Setidaknya, itulah yang Airel pikirkan. Mempunyai keluarga, sahabat, dan lingkungan yang memadai saja ternyata belum cukup untuk menjadi remaja yang sesungguhnya. Mungkin sebab itulah pula, kini ia berada pada situasi yang tak ia harap nyata. Inilah kisah remaja seorang gadis bernama Airel. Ketika sebuah keputusan mengubah ekspetasi hidupnya, membuat ia ditarik paksa membuka riuhnya tiap sisi arena berliku yang tersendiri. Dan tentang sulitnya ... ... perasaan remaja.
Tous Droits Réservés
#15
cintadisma
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Gula - Gula
  • ALEXON [END]
  • Back For Me (Completed)
  • I Missing You (COMPLETED)
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)
  • Loving Like The Sun
  • the way you hurt me (ON GOING)
  • Stay Here

Teman-teman sekelasnya mengharapkan senior year SMA mereka begitu meriah, penuh kejutan, kesenangan, dan tentu saja romansa. Lain halnya dengan Xaqila. Ia hanya berharap bisa melewati tahun terakhirnya dengan tenang, diterima di universitas impian, tanpa drama. Lagi pula, apa sih yang bisa diharapkan gadis muda penderita diabetes seperti dirinya? Jangankan romansa, dia bersyukur kalau masih punya sahabat yang setia menjaga rahasia penyakitnya agar dia tidak dianggap invalid. Lebih baik berlindung pada alasan bulimia kala pertanyaan mendera soal kenapa kotak makan siangnya nampak terlalu sehat, kenapa dia selalu mengecek akg di balik kemasan makanan minimarket, dan kenapa dia nyaris selalu bermusuhan pada segala hal yang berbau manis. Rasa manis bukan satu-satunya hal terlarang dalam hidupnya. Rasa sukanya pada Aarav juga terlarang. Lebih karena mereka sudah berteman selama rasa suka Xaqila pada cowok itu. Namun, semenjak Xaqila mengenal rasa manis yang berhasil dicecapnya selain dari makanan, pendiriannya mulai goyah. Rasa manis yang berhasil ia curi dari ciuman Aarav, dan sejak itu dia tahu takkan sanggup menyimpan perasaannya lebih lama. #ColorfulDaysofAprilChallenge

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu