Tower of Destiny

Tower of Destiny

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 26, 2020
Kisah seorang remaja dengan hobi membaca yang entah bagaimana bisa masuk ke dunia game tanpa sebuah alat virtual. Ia seperti terpanggil dengan sendirinya, tidak seperti pemain lainnya. Memang, kejadian seperti itu bukan hal yang tidak mungkin terjadi di game MMORPG bernama 'Tower of Destiny'. Biasanya, mereka yang masuk tanpa sebuah alat adalah mereka yang mengikuti versi beta sebelum game itu resmi dirilis. Mereka memiliki hak istimewa. Tapi, apa yang terjadi dengan Kei, yang tidak tahu menahu tentang game online, apalagi berbasis virtual yang tiba-tiba masuk ke dalam game melalui buku yang ia pinjam dari perpustakaan sekolah? Kisah pemuda 'pemula' akan segera dimulai. Menyibak kisah dan kenyataan tersembunyi pada game 'Tower of Destiny', menyebabkan ketidakteraturan. Ia disebut sebagai 'Beta'.
All Rights Reserved
#443
isekai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mental Quest
  • ISEKAI- Moro Wanai
  • DragonLord
  • Before Days Chronicle

Total 20,000 kata. "Satu cerpen VRMMORPG, yang di tulis dari hati, untuk masuk ke hati yang lain." - Dari Author. Karena saya yakin, sekalipun pikiran itu berdebu tidak jelas, selama kamu bisa memainkan nadanya, tahu mana titik dan koma serta tanda tanya, maka asal di tulis dari hati, cerita yang tanpa outline SEKALIPUN, akan bisa terus berlanjut. Enjoy. * * * Lyuron, itulah namaku. Beberapa bulan terakhir adalah titik dimana aku benar benar merasa hampa, hilangnya motivasi, tanpa bisa berbuat apa apa, sampai secercah harapan tiba. [Mental Quest] Awalnya sebagai penikmat turn base rpg, dan klasik rpg jadul yang tidak suka mmorpg, aku ragu mencobanya. Tetapi deskripsi yang Mental Quest tawarkan, tidak bisa membuatku berkata tidak. Game ini benar benar aneh, masa iya seratus pemain di jadikan satu dalam lapangan terbuka seperti battle royale, yang kian waktu, peta itu semakin mengecil tertutup oleh kaca. Hanya bermodalkan pedang, siapapun yang terjun di titik pedesaan, mereka mesti siap akan resiko berebut loot dengan pemain lain. Tidak cuma menyusahkan, namun belum tentu menjamin keselamatan. Mereka bisa mati kapan saja. Lalu, aku sebagai noob yang tidak bisa apa apa, hanya menghirup udara lalu kembali tidur- TIDAK, mana bisa begitu coeg! Iyah, awalnya aku berpikir game ini sesimpel seperti battle royale kebanyakan. Namun oh God, Yesus, Zeus, Ymir, dan oh yes, game ini bahkan memiliki kerumitan yang mengalahkan game mana pun. Tidak pernah terbayang olehku, Mental Quest sudah di kembangkan sejak tahun 1980, dan selalu konsisten untuk update setiap bulannya, sampai sekarang tahun 2023. Bukankah itu GILA, woi! Terkesan tidak masuk akal bagiku. Siapa coba yang bangun pagi pagi di tahun 1980, dan berkata; "Yosha, hari ini adalah waktuku melanjutkan game Mental Quest!" konyol, kan. Aneh tapi nyata, dan itulah faktanya. Mereka selalu khas, berkata: "Welcome Players," setiap kali kami memasuki game tersebut. Kau akan tau lebih banyak disini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines