Untukmu

Untukmu

  • WpView
    GELESEN 214
  • WpVote
    Stimmen 34
  • WpPart
    Teile 10
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., März 22, 2021
Untukmu, yang pernah mengubah segala rencana, yang pernah menjadikan hidupku kembali berwarna. Maaf atas segala hal yang pernah membuatmu marah, dan kepedulianku yang membuatmu merasa resah. Aku sama sekali tak pernah mengerti mengapa pergi bagimu sangat mudah tapi bagiku merupakan hal yang paling sulit yang pernah ada. Kita berubah, kita yang dulu sama-sama berjuang tapi sekarang kita terasa sepertin berperang. Dan kita sama-sama tidak tahu jalan untuk pulang. Terima kasih, karenamu aku jadi bisa membuka hati sama-sama memberi arti, dan juga membuatku berbesar hati melihat perasaanmu mati, untukmu yang pergi tanpa sedikitpun berempati.
(CC) Namensnennung-Weitergabe unter gleichen Bedingungen
#6
ambyar
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna
  • SEBERKAS RINDU DALAM SAJAKKU UNTUKMU
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Kata Baper「Quotes」
  • Indonesian Poetry
  • DUNIA KATA
  • Nasihat dalam Puisi
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • HI! AB PART 1
  • Daily Quotes

Demi sebuah pengakuan, kita rela menjadi sempurna. Padahal, sempurna bukanlah hak yang mampu manusia pegang. Apa pun yang kita lakukan, yang berhasil hanya menjauhkan kita dari sempurna, yang gagal hanya menghapus jejak kesempurnaan. Tanpa peduli pada orang-orang yang mencintainya, kita hanya melihat penderitaan kita sendiri yang lebih besar daripada siapa pun. Untuk menjadi sempurna, kita rela mendengar dan menghargai suara hati mereka yang berada di sekeliling kita. Melelahkan. Kita tak perlu memaksakan diri untuk terus berlari dengan dua kaki yang lelah. Kita tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, kita tak perlu menjadi persis seperti mereka, kita tak perlu mengejar kecepatan mereka, kita tak perlu menahan sesak di dada ketika melihat mereka. Kita manusia, yang memiliki takdir berbeda. Itu semua wajar, jangan merasa sendirian. Walau kita telah berlari sejauh apapun, tempat pulang tidak akan berpindah, tempat pulang selalu menanti. Ketahuilah bahwa Kesempurnaan akan membunuh manusia itu sendiri, karena itulah manusia tidak boleh sempurna. Lakukan semampunya dan terimalah apa yang telah Tuhan anugerah-kan pada kita.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien