We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
part 3
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 17, 2020
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
si kanan : "rasa suka atau cinta yang timbul dari hati seseorang itu suatu hal yang wajar, karena memang itu sifat manusiawi, tidak bisa di tolak. Apapun penyebabnya, termasuk yang sedang kamu alami sekarang" si kiri : "jadi, aku boleh kan mencintai mbak santri tadi ?" (dengan wajah penuh semangat) si kanann : "bolehlah... itu memang hakmu, gak ada yang melarang" si kiri : "yesssss... " (jari jarinya menggenggam sambil mengayunkan tangannya ke bawah dengan wajah yang penuh kebahagiaan) si kanan : "tapi.... " si kiri : : "tapi apa ??" (sambil menatap wajah si kanan dengan penuh penasaran) si kanan : "tapi... yang perlu kamu ketahui dan harus kamu tanamkan di hatimu (sambil menunjuk pada daerah hati) adalah kamu tidak boleh mengutarakan atau menyampaikan rasa cintamu pada mbak santri tadi, apalagi sampai menjalin hubungan dengannya" si kiri : "maksut kamu ?" (terlihat bingung dengan kata kata si kanan) si kanan :" jadi, kamu itu hanya boleh mencintai, tidak boleh sampai menyampaikan rasa cintamu pada dia, apalagi sampai menjalin hubungan yang gak jelas" si kiri : "lalu, buat apa rasa ini muncul dalam hati ini, bila tidak tersampaikan kepada yang di cintai (sambil memegang hatinya) wajah si kiri yang awalnya terlihat penuh kebahagiaan, berubah menjadi penuh kekecewaan. Kemudian si kanan menjawab pertanyaan si kiri, si kanan : "mungkin, bila sekedar menyampaikan saja tidak masalah dengan tanpa menjalin hubungan dengannya. Tapi, kebanyakan orang, bila sudah menyampaikan rasa cintanya kepada seorang yang di cintainya, tak akan berhenti di situ. dia akan terus lanjut dengan menjalin hubungan dengan seorang yang di cintai. jadi, yang terbaik adalah cukup mencintai saja dalam hatimu dengan di iringi berdo'a, berharap dia bisa jadi jodohmu" (sambil tersenyum) si kiri : "kalau menikah ! kan jelas hubungannya, hehe..." (tertawa lebar) si kanan : "eh... meniiikah (sambil menepuk bahu si kiri), ingat ! ngajimu belum selesai" (sambil sedikit tertawa) next part 4...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Turun Ranjang
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • "Baskara Langit"(On going)
  • ALONE
  • Muhasabah Cinta
  • the other side
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • save me
  • Istri Sah Ikky [B×B]

"Kenapa kamu bisa yakin kalau kita akan bertemu lagi ?" "Karena kita pasti akan ketemu lagi ..." "Bagaimana kalau saat kita bertemu kamu sudah menikah? atau aku sudah menikah?" "Aku hanya akan menikah denganmu ...." "Sebegitu yakinnya aku akan menikah denganmu? lalu bagaimana kalau aku sudah menikah?" "Kamu pasti akan menikah denganku .." "Aku tidak yakin ...." "Berani taruhan?" "Apa taruhannya?" "Kalau kita menikah ... kamu boleh meminta apapun padaku .... dan aku akan mengabulkannya tapi tidak dengan 3 hal ...." "Apa itu ..." "Yang pertama ... tidak ada orang ketiga dalam bentuk apapun ... mau istri atau suami lainnya, kekasih atau apapun namanya ... Yang kedua ... tidak ada permintaan perceraian ... sampai maut memisahkan ... Yang ketiga .... tidak ada perpisahan ... dalam bentuk apapun ...." "Deal ..... aku hanya akan meminta 1 hal ..... tapi aku tidak tahu apakah kamu bisa mengabulkan atau tidak ..... tapi aku katakan saat ini juga ..." "Katakan sayang ... apa permintaanmu ..." "Kalau kita menikah .... aku hanya memintamu untuk membuatku hamil ...." "Bagaimana mungkin ... kamu laki - laki ..." "Sampai kita bertemu lagi ... dan sampai kita menikah ... pikirkan hal itu baik - baik ...... "

More details
WpActionLinkContent Guidelines