Hai Fatia [ON GOING]

Hai Fatia [ON GOING]

  • WpView
    GELESEN 115
  • WpVote
    Stimmen 39
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Feb. 1, 2022
WpInfo
SACHBUCH
Kalian akan diarah kan kesebuah cerita humor, tentang gue! Taufan, penegak di Ekstrakulikuler Pramuka, setiap tahun nya, ia sering mengikuti Masa Tamu untuk meraih gelar Ambalan - Pandega. Di sela sela Masa Tamu, ia bertemu Fatia dan terjebak Perasaan kepadanya, Dapatkah Taufan Meraih Pandega? atau mendapat kan Fatia?
Alle Rechte vorbehalten
#381
masadepan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • DI UJUNG JALAN YANG TAK TERLIHAT
  • Bad Boy Erlangga
  • Ratapan seorang JONES!
  • ARSHAKA (END)
  • AMALA
  • SANA
  • STAY [Complete]
  • Alphabet (END)
  • ARKASYA

Mengagumi seseorang, terutama kakak kelas, saat mengikuti lomba Tahfiz, bisa menjadi momen yang membanggakan dan memperkaya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan. Ini adalah cerita tentang seorang siswi bernama Naiza yang diam-diam mengagumi kakak kelasnya saat mengikuti lomba Tahfiz. Naiza adalah seorang siswi yang rajin dan bersemangat dalam belajar Al-Qur'an. Di sekolahnya, dia sering melihat kakak kelasnya, Fathan Setiap kali Naiza mendengar Fathan membaca Al-Qur'an di kelasnya, dia selalu merasa terpesona dan kagum dengan keindahan bacaannya. Meskipun Naiza dan Fathan tidak terlalu dekat, perasaan kagum Naiza terhadap Fathan semakin tumbuh setiap kali melihatnya mengikuti lomba Tahfiz. Naiza hanya bisa mengagumi Fathan dalam diam, tanpa pernah mengungkapkan perasaannya. Baginya, kehadiran Fathan yang penuh kelembutan dalam membaca Al-Qur'an sudah cukup untuk memberikan inspirasi dan semangat dalam belajar Al-Qur'an. Suatu hari, saat sekolah mengadakan lomba Tahfiz Antarkelas Naiza melihat Fathan menjadi peserta yang sangat diantisipasi oleh semua siswa. Dengan penuh semangat dan keyakinan, Fathan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dengan tartil dan tajwid yang sempurna. Naiza merasa bangga dan terharu melihat keindahan bacaan Fathan. Meskipun hanya sebatas mengagumi, Naiza merasa bahwa perasaannya sudah cukup untuk membuatnya bahagia dan bersyukur. Dia belajar banyak hal dari Fathan, tidak hanya tentang membaca Al-Qur'an, tetapi juga tentang ketekunan, kesabaran, dan keikhlasan dalam beribadah. Dengan hati yang penuh dengan rasa syukur, Naiza menyimpan perasaannya yang dalam terhadap Fathan sebagai kenangan yang berharga dan sebagai sumber inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bagi Naiza mengagumi kakak kelas saat lomba Tahfiz hanya sebatas itu sudah cukup untuk memberikan warna dan makna dalam hidupnya.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien