Story cover for My Mysterious Boy by Ngitarahma
My Mysterious Boy
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 18, 2020
"EH AXEL TUNGGUIN DOONG!!" Gadis dengan rambut panjang itu pun berlari kearah pemuda yang berjalan santai menuju kantin.

"Xell, gue suka lo dari dulu masa ga diterima sih!" gadis itupun berhasil mencekal lengan pemuda itu, dan langsung di tepisnya kasar, gadis itupun hanya tersenyum, seolah sudah terbiasa.

"Xeell, lo mau ga jadi pacar gue?" Gadis itu maju selangkah hingga bisa sejajar dengan pemuda itu.

Pemuda itu tampak menautkan kedua alisnya lalu tersenyum remeh.

"Mimpi" 

Setelah mengatakan itu, Pemuda itu langsung pergi meninggalkan seorang gadis yang kini sedang tersenyum masam ke arahnya.




USAHAKAN MEM FOLLOW SEBELUM MEMBACA:>
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add My Mysterious Boy to your library and receive updates
or
#768gadis
Content Guidelines
You may also like
RAISEN by depzzz_
9 parts Complete
Tak sadar ia menabrak dada bidang seseorang, karena ia tidak fokus melihat jalannya. Matanya terpejam dan tangannya berada di dada bidang seseorang yang ia tabrak itu. "Awws, eh sorry sorry gue ga fokus liat jalan nih, maaf ya" ujar Rai sambil melangkah mundur menjauh dari tubuh si cowok yang ia tabrak itu. Ia mendongak, melihat siapa yang ia tabrak itu, lalu. "Lo !!, aduh kayanya lo tuh sering banget si cari masalah mulu sama gue !!" Kata Rai sambil menatap si cowok itu. "Emang gue punya masalah apa sama lo" ujar si cowok itu sambil menaikan alisnya sebelah dan memasang wajah datar nya. "Heh manusia es, lo tuh ga pernah nyadar yah, kalo lo tuh banyak salah sama gue !!" Kata Rai yang sudah kesal dengan si cowok itu. "Pertama,Lo udah ngambil lahan parkir gue kemarin ,kedua,Lo itu kemaren udah nabrak gue di kantin dan baju gue basah karena lo, tuh uda gua ingetin !!" lanjutnya dengan nada tinggi dan kesal. Sekarang ia sudah seperti singa betina yang sedang ngamuk, karena saking kesal nya dengan cowok itu. "Oh itu. Maaf " ucapnya dan langsung pergi bergitu saja dari hadapan Rai. Rai melongo sambil mengepalkan tangannya. Baru kali ini dia bertemu dengan cowok yang irit kata, dan songong kaya dia. "Arrrgggghhh, kesel gue sama lo, awas aja gue ketemo lagi sama lo!! Dasar Es batu berjalan,songong !!" Umpat Rai sambil menghentakan kaki, dan berjalan ke kelasnya. Dasar singa, serem juga dia - batin Arsen dalam hati. Oke gais kalo kalian penasaran gimana ceritanya.... cus baca aja ya Jangan lupa vote and comment ya👍✌ Salam Halu ✋ Jangan lupa follow juga 😙 depzzz_ 2020
You may also like
Slide 1 of 9
Rainbow In The Rain cover
Here I'm Waiting For [You]~(END) cover
Catatan Hati Si Perindu cover
CACING PITA cover
RAISEN cover
Go And Forget it  cover
AlAz  (end) cover
My Annoying Ketos cover
Kayla cover

Rainbow In The Rain

14 parts Complete

"Kamu sengaja kan mau di tabrak sama cowok tampan sepertiku? Terus kamu pura-pura kesakitan dan minta diobatin?" Kevin malah menuduh yang enggak-enggak. "Ciih~Enak aja. Aku gak serendah itu ya, lagian kamu kegeeran banget sih. Aku tadi cuma mau minta tolong aja kok." ia mengotot keras dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah!" Kevin memakai kembali helmnya dan menyalakan mesin motornya kembali. "Eh, bantuin dulu kenapa. Jahat banget itu orang, awas aja kalo butuh bantuan!" Jenie ngomel sendirian sambil menendang sepedanya. "Dia kan pinter ya, mana mungkin minta bantuan sama aku. Yang ada juga malahan aku yang minta bantuan dia, tapi itu gak bakalan terjadi. Gak level banget Jenie minta bantuan dia." Jenie memukul kepalanya karena dia bertingkah bodoh dan konyol Hari ini hujan turun lagi, Jenie membawa kursi rodanya berjalan kedepan jendela kamarnya yang tepat memandangi seisi kota. Hujannya lebat, suara gemuruh dan petir mengagetkan gadis itu. Dia mencoba membuka matanya dan tak menutup kedua telinganya, matanya tertuju pada sebuah pemandangan indah diluar sana. Tepat di atas langit pelangi muncul bersama dengan hujan, ini adalah kedua kalinya dia melihat keajaiban itu lagi. Tapi sekarang rasanya beda, dia melihat keindahan itu tanpa Kevin disampingnya.