Argamara

Argamara

  • WpView
    Reads 758
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 21, 2021
Follow author dulu yuk bisa yuk. . [π™˜π™šπ™§π™žπ™©π™– π™žπ™£π™ž π™¨π™šπ™™π™–π™£π™œ 𝙙𝙖𝙑𝙖𝙒 π™₯π™§π™€π™¨π™šπ™¨ π™§π™šπ™«π™žπ™¨π™ž 𝙙𝙖𝙙𝙖𝙠𝙖𝙣] . Kehidupan pagi hari Arga yang dulu selalu dipenuhi dengan ketenangan kini tak lagi bisa ia rasakan. Kurang lebih 2 tahun sudah Arga kehilangan waktu tenangnya sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Semua karena gadis bernama Amara, gadis itu selalu dengan rajin menghampirinya setiap pagi hanya untuk menanyakan hal yang sama setiap hari. Seperti pagi ini, "Gimana? Hari ini udah suka sama gue?" atau kadang, "Lo udah suka sama gue belum sih, Kak? Kayanya sih udah, iyakan 'kan?" pertanyaan yang lebih pantas disebut pernyataan memaksa. Setiap hari pertanyaan itu selalu memenuhi gendang telinga Arga. Bahkan jika tak sempat untuk menemui Arga ia akan menelpon atau mengirimi Arga pesan dengan kalimat yang sama. Padahal jawaban Arga juga selalu sama, dan tidak akan mungkin berubah. Keduanya sama-sama tak mau kalah, kekeuh dengan egonya masing-masing. Siapa yang akan menang? Amara yang akan meluluhkan sikap batu Arga atau justru Arga yang akan mematahkan semangat juang Amara untuk mendapatkannya? . Β© mentahan cover by Pinterest.
All Rights Reserved
#20
amara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Broken melodies
  • KATAKAN itu CINTA
  • Aurora Not Antagonist [On Going]
  • About You
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Lingga [SELESAI]
  • [ √  ] AMERTA Β¦ Ft Huang Renjun
  • AURORA [END]
  • Waktu?
  • Almost Us

Kepada siapa kami harus bercerita? Pada Bapak dan Ibu yang sibuk menata masa depan, atau pada dunia yang tak pernah benar-benar mendengar? Pada akhirnya, kami hanya punya satu sama lain, meski seringkali tak tahu cara berbagi beban. Ini tentang kami- Tentang pertemanan yang tak selalu sempurna, tentang kata-kata yang tak selalu terucap, tentang luka yang ditutupi tawa, dan tentang bahu yang tetap ada saat semuanya terasa berat. Kami berjalan, meski arah sering kabur. Kami tertawa, meski ada yang ingin ditangisi. Kami bertahan, bukan karena kuat, tapi karena kami tak ingin menyerah sendirian. Hello, everyone! Ini aku buat sebagai bentuk perpisahan... maybe? Gak tahu juga, yang jelas aku cuma ingin menulis sesuatu yang bisa jadi kenangan tentang masa SMA. Diharapkan keaktifan pembaca untuk vote dan komentar, ya! Biar cerita ini makin hidup, aku butuh pendapat kalian semua. Ini murni dari pikiranku sendiri, no plagiarisme! Jadi, setiap kata yang kalian baca adalah hasil dari ingatan, pengalaman, dan imajinasi yang aku tuangkan. Bantu target 20K, dong! Let's make this story worth remembering. ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines