Sajak Cintaku

Sajak Cintaku

  • WpView
    Reads 726
  • WpVote
    Votes 287
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 5, 2020
Kadang tak semua rasa mampu diucapkan ataupun disampaikan, hanya saja ditulis dan digambarkan liwat sajak yang mampu kurangkai, walau tak sampai setidaknya hati sudah lega menyampaikan rasanya. Setiap tulisan mempunyai arti, begitu juga dengan sajak yang kutulis. Walau syairku tak seindah diksi dan syair para penyair, tapi setiap kata kurangkai dengan cinta, bait demi bait, sajak demi sajak. Semua perasaan hati kutuangkan. Kalau baca jangan lupa sekalian vote:) Cinta itu sulit diartikan, apalagi harus dijabarkan.
All Rights Reserved
#70
rasaku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • KELUH
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Tentang Rasa
  • Lembut Seperti Doa
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • Komputer dan Gadis Itu
  • Perihku Ditinggalkan

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines