Mikayla

Mikayla

  • WpView
    Reads 403
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2020
"Bisa jangan ngelakuin hal bodoh lagi?" pinta Kayla. "Gue ngelakuin ini demi elo Kay. Gue gak bakal ngebiarin siapapun nyentuh elo." tegas Fabian, "apalagi curut itu. " tawanya kemudian. "Gue gak pernah minta elo ngelakuin ini!" "Lo beneran gak ada rasa sama gue Kay?" tanya Fabian serius. "Udah berapa kali lo nolak gue. " Fabian menatap kosong langit-langit ruangan. "Lo belum nembak gue bego. " Cetus Kayla datar.
All Rights Reserved
#391
bertahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LDR
  • BarraKilla
  • FALLING IN LOVE
  • Leona[Hiatus]
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • Dear You
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Elvina [COMPLETED]
LDR

"Kenapa?"-Bianca Aurelia Malvina "Nggak"-Reza Daylon Pratama "Kamu sekarang lebih irit bicara,kasih alasan yang jelas kenapa kamu berubah sikap, kamu tidak bisa perlakukan aku seperti ini terus menerus" ucap Bianca lemah "Tolong menjauh dari gue" ucap Reza dengan tatapan dingin. "Nggak.. alasannya apa? ini nggak masuk akal za" Bianca menghela nafas dengan gusar dengan tubuh bergetar. "Dasar cewek". Desis Reza dengan tersenyum kecut. "Aku akan terus bertahan" ucap Bianca menundukkan kepalanya Reza membulatkan matanya. "Lo udah gila?" Ucap Reza dengan menahan kesal dan langsung pergi meninggalkan Bianca sendirian di kafe. Tanpa disadari,air mata pun lolos dipipinya. Bianca tersenyum, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi agar Rezanya itu bisa kembali bersama dengannya lagi, apa Reza masih mencintainya? Apa Bianca harus mempertahankannya karena sudah menjalin hubungan sampai bertahun. Atau Bianca harus melupakannya? Tetapi saya pikir Bianca tidak akan bisa melupakannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines