Our Love Journey

Our Love Journey

  • WpView
    Reads 603
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 26, 2020
"Berhenti sejenak, ada banyak persimpangan didepan. Kita harus punya satu pilihan. Aku yang harus ikut bersamamu, kamu yang ikut dijalanku, atau kita pisah?!" Rasa takut mendominasi isi hati Leta saat ini. Awalnya, ia gadis cuek yang tak pernah ingin merasa terbebani oleh hatinya sendiri -terlalu cuek!. Namun, rasa yang hadir kali ini mengubah semua pandangan dalam dirinya. Ia pantas diperjuangkan, dan aku layak berjuang bersamanya. Yakin Leta dalam hati. "Bukan berpisah! Bukan pula aku atau kamu yang mengikuti salah satu diantara kita. Tetapi, bersebelahanlah dan saling genggam. Persimpangan didepan, terlihat cukup sulit untuk dilewati. Kita harus saling menguatkan kedua hati." Pandangan Leta beralih pada wajah penuh peluh milik Angkasa. Ia tertegun dengan ucapan yang barusan didengarnya. Seribu rintangan bagi Angkasa tak ada apa-apanya, jika dibandingkan dengan rasa cintanya pada Leta yang tak terhingga ini.
All Rights Reserved
#810
kuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • DIA ANGKASA
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • 1305 Kilometer Season 1 | END |
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • NUNET
  • AzkaNa dan Ruang Nostalgia
  • POSSESSIVE GALAKSI | Terbit
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Rintik Hujan

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines