CHITCHAT

CHITCHAT

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2020
Obrolan unfaedah tanpa narasi! gak jelas dah pokoknya. [Hanya untuk keisengan AUTHOR semata.] Gue juga gak bisa bilang ini comedy sih.. tapi genre nya humor, nah loh kan... bingung dah... Baca aja sendiri dah! Isinya cowok-cowok jomblo dengan bentuk dan kepribadian berbeda, yaiyalah... anak kembar yang mukanya sama aja, sifatnya beda. . . . Abian cuman seorang cowok. Iyalah seorang! Masa seekor? Berteman dengan mahkluk absurd, dan kadang suka gak logis pemikirannya. Yang diberi nama: Edwin dan Gavin. Abian. Suka ngatain Edwin dodol bantet karena iri sama sixpack roti sobeknya. Mageran orangnya, tapi kadang rajin juga. Hobinya ngeles kayak bajay! Edwin. Punya six pack kebanggaan. Rambutnya gondrong, panjang, kayak iklan sampo. Paling seneng banget ribut sama Abian. Gavin. Paling gampang banget sewot, marah-marah kayak emak-emak, kalo udah ngambek kayak vewek lagi PMS! Tapi dia yang paling bijaksana. Paling seneng banget ngatain orang 'Kutu Kupret'.
All Rights Reserved
#63
unfaedah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Awan : Sudut Pandang Absurd tentang sebuah Kehidupan
  • Inikah Cinta?
  • Pushy Boy (Cowok Pemaksa) END
  • Love Me Back
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • R?!
  • ON SIGHT (Completed)

Pernah nggak sih, lo ngerasa hidup lo kayak parodi yang nggak lucu-lucu amat? Awan, si tokoh utama dalam cerita ini, bukanlah pahlawan, bukan juga pecundang. Dia cuma... anak biasa yang sering merasa aneh di dunia yang lebih aneh lagi. Dari ruang kelas yang isinya lebih absurd dari sinetron jam 10 malam, sampai momen traumatis dipanggil pakai nama bapaknya sendiri oleh guru baru yang (ironisnya) bernama Selamet, semua ditulis dengan gaya satir, jujur, dan kadang bikin nyengir kuda. Bab demi bab mengupas kepingan masa kecil yang penuh luka kecil, ejekan teman, dan sistem pendidikan yang katanya demi "masa depan", tapi sering bikin masa saat ini jadi neraka kecil. Tapi jangan salah, di balik segala kekonyolan dan nostalgia getir itu... ada sudut pandang jujur tentang menjadi manusia. Tentang diteriakin nasib, dibecandain semesta, tapi tetap berusaha nyari tempat buat berdiri. Kalau lo pernah merasa nggak cocok di dunia ini, mungkin lo dan Awan cuma beda nama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines