Si Mata Empat

Si Mata Empat

  • WpView
    LECTURAS 49
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, may 19, 2020
"Teman kelasku, tanpa terkecuali. Menangis sejadi jadinya, banyak bunga yang mereka bawa. Kulirik jam di dinding kelas, ahh ini masi pukul 07:10. Mataku terpaku pada salah satu temanku yang membawa bingkai foto, aku kenal pria di dalam frame itu. Abay, Si Mata Empat. Vote dan komen kalian ngebantu banget bikin aku semangattt, jadi tolong bagi yg baca bisa tinggalkan jejak🙏🙏 Bisa request juga next aku mau bikin cerpen apa lagi, aku tunggu partisipasinya.. Ig:selapentri
Todos los derechos reservados
#230
viral
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SKRIPSUIT  ✔
  • DIBALIK TIRAI KEHIDUPAN
  • Sahabat Beda Dunia [SUDAH TERBIT]
  • Beranjak
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • Romantic Interlude [END]
  • Merry-Go-Round (TAMAT)
  • Asterin ✓
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)

{Completed/utuh/tamat} Fayka mau tak mau harus sering bertemu dengan Yasa karena memiliki dosen pembimbing yang sama. Berawal dari sesama kesengsaraan korban dospem, bagaimana jika Fayka mulai baper karena Yasa, yang mendapatkan predikat fakboi, terus bersikap manis padanya? *** Setelah empat tahun menempuh pendidikan di jurusan psikologi, Fayka seperti mahasiswa lainnya harus mengerjakan tugas akhir skripsi. Sialnya, Fayka mendapatkan dosen pembimbing yang killer dan membuat jantungnya tak keruan setiap akan melakukan bimbingan. Namun, penyebab jantungnya tak keruan bukan hanya dosen pembimbing. Yasa, sang kayak tingkat penyandang status fakboi kampus, mendapatkan dosen pembimbing yang sama dengan Fayka dan terus bersikap manis pada Fayka. Menolak rasa bapernya, Fayka mencoba memfokuskan diri pada skripsi yang harus diselesaikannya segara akibat tuntutan sang Ibu. Sayangnya, takdir tidak selalu berpihak pada Fayka untuk mempermudah jalannya menuju sidang. Lalu bagaimana dengan perasaan Fayka jika ketika badai menerjang hidup, Yasa adalah orang yang selalu hadir di sisinya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido