DOSEN RESE (Hiatus):v

DOSEN RESE (Hiatus):v

  • WpView
    Reads 381
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 13, 2020
Gimana hari kalian kalau baru masuk mata kuliah Dosen killer yang tidak mengijinkan mahasiswa nya untuk masuk lagi dan sialnya adelina putri yang biasa disapa adel ini telat karna ada bocah yang ngaku dia sebagai mamahnya. "mamah.....!!" gue menoleh kebelakang karna ada bocah yang meluk kaki gue,busyet bisa telat nih gue masuk pelajaran dosen itu saat gue mau lepasin tangan tu bocah dari kaki gue dia langsung nangis kencang bangat ya ampun ni bocah anak siapa sih dan gue nggak peduli tentang tu bocah dan lo pasti tau apa yang ada dipikiran orang orang yang lewat. "eh ibunya mau buang anaknya tuh,kasian bangat!" what the fuckkk......gue ini masih perawan masa udah punya anak aja . "eh neng bawa aja anaknya kasian !" "pak ini bukan anak saya,saya masih ........!" "nggak papa neng disini udah banyak kok yang kayak eneng !" dan akhirnya gue bawa aja nih bocah ke kampus dan sumpah demi apapun disini gue telat 30 menit ,gue beraniin diri untuk ngetuk pintu kaca ruangan dosen killer itu dan semua mata tertuju ke gue sialan. " saya tidak menerima mahasiswa yang tidak tau kapan masuk ke ruangan saya!" "pak tadi saya nggak telat pak tadi ada bocah...... !" "itu tidak alasan , kamu keluar dari ruangan saya sekarang !" dan saat gue udah keluar dari ruangan dosen killer itu bocah ingusan itu meluk gue , atau bisa dibilang mungkin mau nenangin gue. "mamah di marahin papi yah!" "hah papi ???" "iya mah yang ada di ruangan itu!" sumpah gue mau mukul wajah tu dosen karna buang bocah yang mengemaskan ini,dan saat gue memaki-maki tuh dosen dalam hati, gue merasa badan gue merinding dan gue ngeliat kebelakang . "what the fuuccckkkkk!!" spontan mulut gue keluarin kata-kata lacnat itu ,gue ngeliat wajah tu dosen kek nahan tawa dan........... ini cerita ke 3 ku disini dan bisa dibilang disini ada kisah nyatanya jugak tapi di bumbui dikitlah biar seru dan jangan lupa untuk mampir siapa tau suka 😁😁
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEPINCUT BRONDONG
  • Kamu
  • DLS [ 2 ] Ansellina
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • KEPERGIAN SENJA
  • [☑️] Love with Innocent Girl
  • My Lovely Brondong
  • Diary Of Rain [END]

18+ Peringatan! Cerita ini bisa membuat kamu cengar-cengir gajelas. Yang butuh bacaan ringan buat hiburan penghilang stres, kamu berada di tempat yang tepat. *Kepincut Brondong sinopsis: "Gue mau jadi pacar lo. Buat tiga bulan doang. Gimana?" Aku mencoba bernegosiasi. "Ha? Tiga bulan? Apaan tuh tiga bulan? Bentar amat? Kredit hape aja lima bulan, Kak." Ijun terheran. "Mau enggak? Kalo lo enggak mau ya udah. Mending lo ga usah jadi pacar gue. Jadi anak pungut gue aja!" kataku sembarangan. "Kesannya kita pacaran kayak main-main kalo kek gitu, Kak." "Ya emang main-main. Lo ngarep apa? Pacaran srius sama cewek yang empat taun lebih tua dari lo? Lo masih waras, kan?" "Tapi gue beneran suka sama lo, Kak." "Ga papa! Itu wajar. Selama lo suka sama cewek, itu artinya lo normal," tanggapku. "Tiga bulan yah?" Ijun nampak menimbang. Aku mengiyakan sambil tersenyum geli. Dalam hati aku menertawakan kegilaanku ini. "Setelah tiga bulan?" Ijun mulai tertarik. "Kita putus. Gue mau cari pacar baru, dan lo juga boleh cari pacar baru." "Kalo lo malah jatuh cinta sama gue?" tanya anak itu percaya diri. Buju buneeengg ... pede banget lo Ijuuunn ... aku tertawa saja. "Kalo gue jatuh cinta sama lo, lo harus bawa gue ke rumah sakit jiwa. Karna pasti gue udah enggak waras." ____ Pacaran sama bocah SMA? Oohh ... aku pasti sudah gila! Tapi anak itu tampan dan menggemaskan. Dan lebih dari itu, dia datang saat hatiku hancur lebur karna dihianati. Benar, Ijun datang mengisi kehampaanku. Tapi benarkah aku jatuh cinta pada Brondong yang usianya lebih muda empat tahun dariku? Yang benar saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines