STEVANA
  • WpView
    LECTURAS 339
  • WpVote
    Votos 54
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 5, 2020
Semua itu butuh Kepastian. Entah untuk memulai, mempertahankan, ataupun melepaskan. Nathalia Syahreza Seorang cewek yang menunggu kepastian dari seorang Raka Savian. Padahal Raka meninggalkannya saat dimana ia sedang terpuruk-puruknya. Kecewa? Pasti! Namanya cinta, semua yang pahit akan terasa manis. Berapa tahunpun berlalu sebagaimana mestinya. Hingga suatu saat, seorang Stevano Altezza datang memberi kenyamanan. Rasa nyaman yang Vano berikan akankah membuat Lia melupakan Raka?? *follow sebelum baca
Todos los derechos reservados
#619
penantian
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • LALA
  • Namaku selalu ada di bibirnya , Tapi Aku Tidak Pernah ada di Hatimu [ SELESAI ]
  • Aspettare
  • ARALVI [Completed]
  • Ranzir
  • AILIA (COMPLETED)
  • Menunggu Waktu
  • Diary Raka [Selesai]
  • Antara Cinta dan Takut [TERBIT]
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido