Hydrangea
  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 26, 2021
Suatu pagi, aku menemukan sekuntum bunga Hydrangea biru dengan sebuah amplop yang terikat manis oleh sejuntai pita berwarna merah di depan pintu rumahku. "Sungguh perpaduan yang tidak serasi," pikirku. Aku membuka amplop itu, mendapati selembar kertas. "Oh, surat. Kenapa tidak uang saja, sih," dengusku sambil membuka lipatan kertas itu. Kecewaku terganti dengan raut kebingungan setelah membaca isinya. "Turut berdukacita, Atharrizqi." Aku mengernyit bingung. Memangnya siapa yang meninggal? Keluargaku sehat-sehat saja, tuh. Hanya satu kalimat itu yang tertulis. Tidak ada informasi pengirimnya. Tapi surat itu ditujukan padaku, jelas-jelas tercantum namaku di sana. "Hah, dasar orang iseng," kesalku seraya meremas surat dan amplopnya hingga berbentuk kepalan. Kemudian aku membuangnya beserta bunga dan pitanya ke tong sampah depan rumah. Dasar tidak penting. Dan sejak saat itu, tidurku tidak pernah tenang. ✧・゚: *✧・゚:* H Y D R A N G E A✧・゚: *✧・゚:* Sebuah karya oleh Lovina A. Sajian utama: [MISTERI-FANTASI] Menu pendukung: [KEPINGAN KEHIDUPAN-SUPERNATURAL] ©copyright: @ani-vol instagram: @michiyuki8 (feel free untuk memberi saran).
Creative Commons (CC) Attribution
#6
mistical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • FLEUR ✓
  • Jasmine Addict (Tamat)
  • Psychopath Child
  • THE FAMILY CODE: SECRETS [𝐸𝑁𝐷]
  • GRADIOLA ( END )
  • Once Upon a Time (Dahulu Kala)
  • Fighting!
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines