We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Green Moon

Green Moon

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 22, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Eh sebetulnya makhluk yang tinggal diluar bumi atau beda dunia itu apa namanya sih, dan adakah salah satu dari kalian percaya hal seperti itu benar adanya atau hanya sebuah cerita dongeng semata.Kalau pendapatku hal seperti itu gak nyata semua itu hanya cerita belaka tapi sejak aku bertemu dia aku baru menyadari bahwa cerita seperti itu ada. Dia bisa dibilang manusia mulai dari sifat kelakuan bentuk tubuh kebiasaan pemikirannya pun sama seperti manusia tapi hanya satu yang berbeda dia dapat memanipulasi ingatan, hanya itu yang kutau perbedaan antara manusia biasa dan dia. Jam 23.47 Brak..... "Eh... suara apa itu?" Tanyaku entah pada siapa karna yang kutahu aku sendirian dikamar ini. "Kucing..." terdengar samar samar. "Eh tolol ,sejak kapan kucing bisa jawab." Ucapku sedikit takut dan penasaran. "Meow..meow.." "Oh mungkin bener itu kucing yang lagi berantem sama pacarnya." Asumsi paling tulul yang pernah ku buat. Hanya kisah fiksi ya :) Untung tuh ogeb jadi percaya kalau enggak bisa berabe aku mak...! Suara hati seseorang... /Makasih udah mau sempetin baca :)
All Rights Reserved
#355
gakjelas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • KERLIP BINTANG CINTA
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Abah Dosen [COMPLETED] | TAMAT
  • CINTA YANG NYATA
  • FALLING IN LOVE
  • Tragedi Cinta! - BTS [Short]
  • THE CLIMB [Completed]
  • Kamu
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines