TERSERAH

TERSERAH

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2020
Ini hanya cerita yang mengisahkan rasa sakit seorang politikus muda yang acuh dan tidak peduli pada semua hal selain dirinya sendiri, Aliza syahla. Sebenarnya ia adalah perempuan periang dan sangat ramah, dan jangan ditanya berapa banyak temannya. Tapi sekarang ia hanya memikirkan bagaimana mengatasi semua masalah hidupnya, dan untuk yang lainnya? TERSERAH ia tidak pernah peduli. Sekarang ia hanya dikenal dengan perempuan dingin, ehh bukan maksudnya sangatt dinginn. Dan inilah puncak ketidakpedulian terhadap masalahnya, inilah puncak dimana rasa sakit yang membawanya di ambang pintu keputusasaan, tetapi ada satu kekuatan yang selalu mencegahnya berbuat demikian yaitu Allah dan satu makhluknya, Reza syah, Pengacara muda yang ketampanannya sedikit menyaingi aktor korea, kata orang-orang yaaa... dan sikap ramahnya yang membuat luluh seluruh kaum hawa terkecuali Aliza syah.
All Rights Reserved
#104
politik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ijbar [Selesai]
  • Dari Askar Untuk Alisha [END]
  • Garis Takdir kita
  • Belajar Untuk Melepaskan
  • Siempre en la memoria
  • Dear Anugraha
  • Love In Profession[End]
  • Assalamu'alaikum, Mas Azzam !
  • Z A L E R A

Aza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali. Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan kecewa, egois jika ia tetap menerobos maju di saat dirinya selalu di pandang sebelah mata oleh warga pondok. Namun satu hal yang membuat Aza bimbang, sifat Altha, perilaku Altha, yang berubah drastis dari terakhir kali mereka bertemu. "Cuma kita berdua doang Gus yang di sini?" "Emang kenapa?" "Padahal dulu Gus sering ngingetin Aza kalo kita bukan muhrim, apalagi berduaan kaya gini." "Itukan dulu, sekarang nggak lagi. Saya kaya gini juga ke kamu doang kok." "Sikap Gus yang kaya gini bikin Aza bingung tau." "Simpan aja rasa penasaran kamu sampai saya bisa menjawabnya." ***** Sebenarnya ada hubungan apa di antara mereka berdua? Akankah Aza tetap maju, atau malah mundur menjauh dan tetap berdiri di maqomnya? __________________________________ IG penulis : elkyeee001 Cover by : Cistyart __________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines