love in math

love in math

  • WpView
    LECTURAS 139
  • WpVote
    Votos 32
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, feb 17, 2021
"ecil, ayuk kesini, disini banyak buku baru lo," ajak seorang cowok kepada pacarnya sambil menarik tangan cewek yang dipanggilnya dengan lambat. "iya, iya, aku ikut, tapi jangan baru- buru toh buku gak bakalan beranjak dari raknya." ucap cewek itu namun tetap mengekori cowok tersebut ke tempat buku yang mereka cari, ya mereka mencari buku matematika, mereka ingin melaksanakan olimpiade sains nasional bidang matematika, untuk itu mereka mencari buku pelajaran mengenai pelajaran yang paling mereka sukai bahkan yang tidak disukai oleh remeja-remaja seusia mereka. Dan akhirnya sampailah sepasang insan pecinta angka-angka ini di sebuah rak buku khusus matematika yang leteknya di ujung sudut perpustakaan kita ini. Namun kegiatan mereka mencari-cari buku matematika tersebut terhenti karena guncangan yang melanda daerah tempat mereka dengan keras. "denis.. denis... gempa den, ayok kita pergi sekarang, kita gak bisa disini terus kita harus menjauh dari rak-rak buku ini," ucap ecil dengan sangat takut dan bergetar tangannya untuk menarik tangan pacarnya untuk keluar.
Todos los derechos reservados
#7
cecil
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • THE CLIMB [Completed]
  • Sour Seventeen
  • If I Don't Hurt You (END)
  • You Changed My Life (Completed)
  • Just another High school Story [Completed]
  • ELGA
  • REINA
  • Game Over: Losing Control
  • Epiphany [Completed]

Siap! Aku bikin versi yang lebih gokil, penuh lawakan, dan bikin penasaran banget: "JATUH GAK CUMAN SEKALI" Zea cuma pengen sekolah dengan tenang. Tapi, hidup? Ah, dia kayak sinyal WiFi di dalam hutan nggak pernah stabil. Seminggu sebelum MPLS, Zea jatuh dari motor. Hasilnya? Badan lecet-lecet, jalan pincang kayak robot yang kehabisan baterai. Tapi semangat Zea? Tetap nyala, walau kakinya bilang, "Tolong, kasih aku istirahat dong!" Dengan gaya jalan ala zombie setengah patah itu, dia berangkat ke sekolah. Eh, siapa sangka? Itu baru babak pembuka dari drama kehidupan ala Zea. Mulai dari dipanggil "Pincang" oleh Gavin, cowok OSIS yang ngeselin tapi entah kenapa bikin Zea pengen ngelempar sepatu eh, tapi sepatu lagi di kaki yang pincang, jadi nggak bisa. Trus, dia nyasar ke UKS dan ketemu Rafael, kakak kelas yang gantengnya level dewa, sopannya level malaikat, bikin Zea hampir lupa kalau kakinya masih sakit. Drama makin kencang! Ada Acel, si jenius yang bablas soal cinta katanya paham, tapi prakteknya? Duh, bikin kita ketawa sampe perut keram. Terus Alenna, kakak sirkel yang super dewasa dia satu-satunya yang kayak alarm darurat kalau semuanya mulai kacau. Dan Arlan, cowok yang lebih sering nongkrong sama Gavin daripada ngurusin dirinya sendiri. Jadi, hidup SMA itu bukan cuma soal ngerjain PR, nilai, atau guru killer yang galak. Tapi soal patah hati yang nggak keliatan, tawa yang pecah-pecah, dan sahabat yang kadang lebih bikin pusing daripada pelajaran matematika. Pelajaran paling penting buat Zea? Ternyata yang paling bahaya bukan luka di kaki yang bikin jalan pincang. Tapi luka di hati yang datang tanpa peringatan dan itu jauh lebih nyesek daripada jatuh dari motor.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido