Menolak Ikhlas

Menolak Ikhlas

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, May 19, 2020
Resiko mencitai harus siap untuk patah. Manusia yang satu ini sangat candu dengan luka. Ia yakin suatu saat nanti orang yang ia ikhlaskan benar-benar akan datang.
Public Domain
#5
menolak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • HARASTHA [ Seni Merawat Luka ]
  • Cerita Sandhyā
  • P E R N A H
  • harapan yang pupus
  • Kemana Ku titip Luka Ku ?
  • Ada Luka Dibalik Tawa
  • Favorite Wound
  • CintaMu RestuMu (completed)
  • Dalam Diamku Mengikhlaskanmu [ Sudah Terbit ]

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines