TARA
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 26, 2020
Aku tara, hidup hanya bersama ayah selama belasan tahun bukanlah hal yang perlu kucemaskan. cinta dan kasih sayang ia berikan sepenuhnya dan semua itu selalu terlihat dari sorot matanya yang setiap kali ku panggil saatku butuh. Dan aku pun tak khawatir bila harus hidup seterusnya dengan ayah. Namun di suatu ketika, aku kehilangan pandangan itu yang tulus ia berikan hanya padaku. Bukan karena ia jatuh cinta lagi, melainkan Ia begitu sibuk dengan pekerjaannya, aku pikir kami hanya mempunyai toko supermarket yang biasa saja dan tak ada hal yang dapat membuatnya super sibuk seperti sekarang. Hingga saat aku mulai beranjak besar dan mulai mengerti banyak hal, ternyata ayahku mempunyai perusahaan gelap di balik itu semua dan selama ini ia anggurkan untuk mengurusku hingga aku bisa melakukan banyak hal dengan kekuatanku sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelukan Terakhir
  • Pangeran Itu SULTAN
  • Separuh Hidupku
  • THREE LITTLE FOXES (END)
  • QUEENA
  • Sun ...my brother
  • Di Bawah Langit yang Sama, Tanpa Jejakmu
  • DIA ADALAH NAJA
  • PELUKAN AYAH RUMAH SEBENARNYA (Sudah Terbit)

Hidup itu tak pernah berjalan seperti apa yang kita rencanakan.Kadang kita dihadapkan pada kenyataan yang sulit diterima,rasa kehilangan yang tak tergantikan. Aku belajar itu setelah ayah pergi .Dia adalah sosok yang selalu ada ,yang menguatkan setiap langkahku. Ketika dia menghilang dalam sekejap, dunia yang aku kenal terasa runtuh. Namun, aku tau satu hal, bahwa meski ayah tak ada lagi ,aku harus terus berjalan.Cinta dan kenangan yang ditinggalkan oleh orang yang kita sayang akan selalu hidup di hati .Dan, meski berat,aku harus menerima kenyataan, bahwa setiap perpisahan memiliki pelukan terakhir. Namun, ditengah kepedihan itu ,aku menemukan bahwa ada cinta yang lain, cinta yang tumbuh dari hati yang ikhlas ,bisa memberikan cahaya baru dalam hidupku. Cinta itu datang meskipun aku tak tau cara menerimanya. Karna terkadang, untuk bisa bahagia ,kita harus berani untuk membuka hati lagi,meski dengan rasa takut akan kehilangan yang tak terelakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines