Arya
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Arya Aksara Putra Bramasta. "Apa urusannya anda dengan saya? Saya bukan anak anda lagi kan? Anak anda cuma lah, Bagas! Bukan saya!" ucap Arya lalu pergi melanjutkan langkah nya menuju kamar. "DASAR ANAK KURANG AJAR!!" kata Galuh dengan suara bass yang sangat kencang. Tetapi tak dihiraukan oleh Arya. Ia lebih memilih untuk melanjutkan langkahnya ke kamar. "Udah, mas. Ga usah di bentak bentak lagi. Dia mungkin lagi capek. Jadi, ga mau ngomong sama, mas. Yang Sabar ya mas." ujar Farah--ibu tiri Arya. Arya yang mendengar percakapan mereka berdua pun berhenti dan berbalik, "Tante Farah! Jagain Om Galuh! Jangan sampe kepincut cewek lain!" ucap Arya dengan senyum miringnya lalu berbalik melanjutkan langkahnya. "ARYA!" Seru gak sih ceritanya? -Pasti seru lah! Ada konfliknya gak? -Buanyak! Tambahin ke library ya?! Biar makin seru, share ke teman teman saudara pacar! --See you
All Rights Reserved
#30
anya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reyhan dan Arsya [Completed]
  • Lutte | Jung Jaehyun [End]
  • Jo dan Mita (Buaya Vs Macan PMS)- Na Jaemin|| Sudah Terbit Novel
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Arsyilazka
  • NEVER LEAVE YOU - JAEMREN
  • Hai, Selesai.
  • Waiting Without A Promise
  • AIRA [On Going]

[Sequel Chatting With Reyhan] 🌞 Disarankan untuk membaca cerita Chatting With Reyhan terlebih dahulu🌞 Reyhan tidak suka dengan orang yang berbicara seperti burung beo, alias berisik. Reyhan lebih suka ketenangan, rumput hijau dengan langit biru sebagai peraduan, sangat menyenangkan. Tapi anehnya, dia memilih pacar dengan suara super berisik yang memekakan gendang telinganya. "Oh, iya. Arsya hampir lupa. Erm, Arsya pengen martabak, Reyhan tolong beliin yah. Di rumah sepi, mana Arsya laper, lagi. Tolong beliin Arsya martabak yah Reyhan." "Hanya itu?" "Iya, Reyhan. Nanti anterin ke rumah Arsya yah, martabaknya." "Iya." "Makasih, Reyhannya Arsya." "Iya." "Kok iya-iya mulu sih, jawabnya." protes Arsya. "Terus? Mau jawab apalagi?" "Nggak tau, terserah Reyhan lah." Arsya mencebik kesal. Pasalnya, kalimat yang ditunggu-tunggunya tak kunjung hadir di indera pendengarannya. "Kok Reyhan malah diem sih, jangan bikin Arsya kesel deh. Reyhan tuh yah--" Tut... Tut... Tut.. (Gambar cover diambil dari google)

More details
WpActionLinkContent Guidelines