We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Saksi Bisu Sunrise

Saksi Bisu Sunrise

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
WpInfo
Poetry
Sunrise menjadi saksi bisu tentang kita, Ketika kita bercanda tawa untuk pertama kalinya, Mentariku terbit di ufuk timur, Menyapa kami dengan hangat, Aku bersama sang penggemar kopi, Menikmati hadirnya sang mentari, Berdua dalam hangatnya senyuman @PA_💙
All Rights Reserved
#2
mentariku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Nasihat dalam Puisi
  • HARUSKAH KAU PERGI
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Back To Me (Min Yoongi)
  • Tepian Semu || Lilynn✅

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines