P.U.L.A.N.G

P.U.L.A.N.G

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2020
Bagai pedang menancap kerasnya batu merombaknya menjadi butiran debu. Menorengkan luka menghadirkan karat yang hinggap dibilahnya, menjadikan biru menjadi abu seakan semua semu tak ada lagi rindu tak ada lagi kata cemburu. tak lagi peduli akan harapan palsu persetan dengan rasa kelu. aksara ini hanya inginkan satu 'pulang' satu kata dua presepsi pulang untuk mengawali atau malah pulang untuk mengakhiri?? selamat membaca
All Rights Reserved
#777
ketakutan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • CATATAN PEMBUNUHAN (END)
  • Rekal Rara [END]
  • VERA DENADIS KEYNA
  • You Are Mine [Terbit]
  • Hopeless
  • Tuan R
  • Harapan Bunga Terakhir

NB: Versi terbit berbeda dengan versi wattpad. Dalam remang gelap hatinya, Candra terombang-ambing di lautan trauma, di mana ombak kenangan pahit terus menghantamnya. Cinta yang dulu menghiasi langit-langit hatinya kini hanya menyisakan bayang-bayang kekecewaan, menjelma menjadi luka yang dalam, menusuk setiap denyut jantungnya. Masa-masa SMA yang seharusnya indah berubah menjadi kurungan masa lalu yang kelam, membuat Candra menutup rapat pintu hatinya terhadap cinta. Hari-harinya di sekolah dipenuhi pergulatan antara kenangan menyakitkan dan usaha menemukan harapan baru. Perjalanan putih abu mereka bukan hanya tentang sebuah kisah cinta, tetapi juga tentang persahabatan yang teguh dan mimpi-mimpi yang dirajut di bawah langit sekolah. Dengan dukungan sahabat-sahabatnya, Candra perlahan menemukan kekuatan untuk menghadapi traumanya dan membiarkan cinta kembali memasuki hidupnya. Namun, apakah takdir benar-benar melukiskan jalannya dengan rahasia yang mampu mengubah palet warna hidupnya? Atau malah akan terus terperangkap dalam labirin kesepian yang tak berujung? Dengan hati penuh kesabaran, Candra menanti sang surya terbit dan bersinar kembali, membawa cahaya yang mengusir kegelapan dari seluruh jiwa dan pikirannya. [ Written in 2024 ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines