Merajut Tangis

Merajut Tangis

  • WpView
    Reads 313
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Patah dan luka, seolah menjadi satu untuk hati yang tersakiti. Apalagi untuk remaja yang sedang berada di fase menjelajah cinta. Susah terobati, katanya. Namun, tak selalu begitu, ada banyak hal yang membuat kita lupa akan hati yang patah, salah satunya adalah pertemuan. Ya, tentunya dengan orang baru. Pertemuan tak terduga, yang tak diharapkan, tak diinginkan pula. Pertemuan singkat membuat dua hati, pun dua orang yang tak saling kenal menjadi satu. Aneh, tapi nyata. Tak masuk akal, namun benar adanya. Namun, apakah mereka kan menyatu? Bukankah sulit menerima orang baru? Bagaimana dengan hati mereka yang telah terluka? Trauma? Tak ingin merajut tangis lagi? Atau mereka akan luluh dengan rasa saling suka? Akankah panah luka kembali menancap hati mereka?Bagaimana petualangannya? Ini tentang mereka, Yasya dan Aldi, penakluk rindu diiringi jarak dan waktu. " Bagaimana bisa dia menyukaiku? " -Yasya " Aneh, aku tak tahu mengapa aku selalu memikirkannya." -Aldi Kisahnya kan dimulai.
All Rights Reserved
#88
ananda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Story Of You
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Raden
  • DIBALIK TAKDIR YANG ASING
  • Sapa & Rasa
  • LENGKARA
  • HALOALKANA
  • Andira [End]
  • Long Distance Relationship(LDR)!
  • The Real Of Me

[SELESAI] Semua orang mempunyai masa lalu. Semua orang mempunyai luka. Semua orang pernah merasakan sakit hati. Aku? Aku hanya segelintir dari mereka yang merasakan apa itu rasa sakit. Aku memiliki masa lalu yang tidak baik. Aku pernah disia-siakan oleh seseorang. Aku pernah diberi harapan palsu oleh seseorang dimasa lalu. Mereka meninggalkanku pas sayang-sayangnya. Waktu berlalu, aku mulai merelakan mereka. Mereka yang memberi luka terdalam. Aku melanjutkan hidupku seperti biasa, tetapi hidup tidak pernah berhenti. Seiring waktu, aku mencintai Alan. Alan adalah laki-laki yang dicintai sahabatku--Manda. Aku berusaha mengikhlaskan Alan, meskipun hati merintih kesakitan. Hidupku semakin rumit ketika si Psikopat menerorku dengan teka-teki yang sulit dipecahkan. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Hidupku hancur dan aku diambang batas. Rasanya, aku ingin mati saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines