Rytz Pho Xhima [ON GOING]

Rytz Pho Xhima [ON GOING]

  • WpView
    Reads 439
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
#1 - Pelatihan #1 - Sesungguhnya #2 - Pelatihan #2 - Pinus #3 - Pelatihan Pulau ini sangat transparan sekali. Seperti berdiri di atas awan. Kakiku gemetar. "Kau pasti bisa, Kawan," ucap Rytz menyemangatiku. Tubuhku melayang-layang karena belum terbiasa. "Lihat! Aku bermain bersama awan." Dia Xhima. Temanku yang satu ini paling berani dengan ketinggian. Dia sedikit jahil. "Awas!" Rytz melihat seekor burung gagak yang hendak menyeruduk Xhima. "Uwuu ... Untung awannya berjalan. Hampir saja," lega Xhima. "Oh, tidaaaakkk ...." Rytz berteriak karena terjatuh dari awan yang berwarna gelap. "Hahaha ... Keren, Kawan," puji Xhima pada Rytz. Aku yang sedari tadi hanya duduk terdiam mengkhawatirkan mereka. Ternyata itu semua hanyalah bayangan tiga dimensi. Jika terbentur dengan makhluk hidup, maka bayangan itu akan pecah berbentuk butiran salju.
All Rights Reserved
#23
pelatihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Failure . ℅
  • 2 Dimensi
  • I'm More Than Just A Princess
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Orang Polos Itu Berbahaya
  • THE BEST FOR YOU
  • DERSIK
  • Takdir Siluman Phoenix dan Rubah Putih [END]
  • Bayangan Ekor Kesembilan ✔️
  • Teman Lama (Empat)

follow dulu sebelum membaca ☺ Dilihat - lihat aja ga papa yang penting saya happy☺ Dilarang keras menjiplak dan mengcopy☺ Kegagalan dan kehancuran telah di mulai semenjak NAGISTA RUIH menginjak bangku SMA, semua mati satu persatu insiden terjadi karna meledaknya kota akibat dari kebodohan . Pertingkaian, dan perjalanan mereka penuh darah menguras energi. siapa yang paling kuat untuk bertahan di era ini. kamu atau aku.. " ? kita liat saja nanti..? bukanya kamu ada dia "? Akhirnya..! 9.30 am siswa baru berjalan menuju kelas mereka masing - masing. Nagi yang terlampau lemas menabrak seorang cowo dengan masker putih , cowo itu tidak melirik Nagi dia terus berjalan masuk dalam kelas duluan, satu kelas dengan Nagi. Kelas sudah terpenuhi dengan semua anak-anak , riuh . Nagi duduk lekas menidurkan kepalanya di meja . Suara ledakan keras di mana-mana dan pintu tertutup dengan keras, sontak membuat mereka diam, tembok retak dan debu berguguran seperti gempa. Salah satu dari mereka mencoba membuka pintu , dia menggobrak pintu dan mengotak ngatik gagang pintu tapi nihil , mereka pun ikut membantu tapi tiba - tiba ledakan mulai terdengat di bagian utara . Sontak membuat mereka berlari menuju jendela membawa bangku melihat keluar salah satu dari mereka terjatuh dan terkikih kesakitan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines