Tangguh

Tangguh

  • WpView
    Leituras 60
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, fev 28, 2021
Kisah seorang pria dewasa yang belum menikah karena cinta nya telah habis pada seseorang gadis yang meninggalkannya. Meninggalkan atau ditinggalkan, hidup dan kehidupan selalu memiliki alasan meskipun terlambat menemukannya. "Menurutmu.. Apakah seseorang dengan kesendirian akan sengsara?" ucapnya pada sosok yang ia cintai di sampingnya, semburat wajah sang gadis memerah. Suaranya terasa berat, dadanya pun terlihat naik turun seolah menahan sebuah perasaan yang amat berat. "Tidakkah anda tau? Manusia bukanlah mahluk yang akan bertahan sendirian hingga akhir, manusia selalu membutuhkan satu sama lain, tolong.. Anda jangan merasa sanggup berdiri diatas kaki anda sendiri.. Saya akan pergi karena sudah tiba waktunya, hiduplah seperti mereka pada umumnya, selamat tinggal" Pria itu menatap punggung sang gadis yang semakin menjauh dan mulai tak menampakkan diri, tak terasa sakitnya membunuh hatinya yang kini membuatnya tak berdaya, terisak seraya mengusap air matanya yang terjatuh, berharap kisahnya hanyalah mimpi semata. "Benar, kuharap akan ada hari baik setelah ini. Terima kasih telah menyadarkanku"
Todos os Direitos Reservados
#160
strong
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • AIRIS
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Miss You Love
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU

(BEBERAPA PART DI PRIVATE. FOLLOW TO READ IT!) "Manusia tidak akan pernah abadi. Tapi cinta, akan selalu abadi bersamamu." Wanita itu berharap bahwa ia bermimpi sekarang. Bagaimana bisa, sosok yang ia ketahui sangat mencintainya, berlalu begitu saja meninggalkan jejak kepahitan. Hari berlalu bagaikan sewindu. Begitu lama. Dan selama itu pula rasa sakitnya masih bermuara di dalam sana. Hingga suatu hari, seseorang datang dalam hidupnya. Membangkitkan binar di mata birunya lagi. Membangkitkan gelora yang selama ini terpendam. Namun ternyata tidak semulus itu. Sakit hati dan kepahitan perlahan menghujaminya kembali. Sampai ia tahu suatu kebenaran. Kebenaran yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Kebenaran bahwa ia berada diantara dua cinta. Cinta yang sebelumnya sempat ia ragukan. Cinta yang begitu sempurna.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo