Tangguh

Tangguh

  • WpView
    LECTURAS 62
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, feb 28, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Kisah seorang pria dewasa yang belum menikah karena cinta nya telah habis pada seseorang gadis yang meninggalkannya. Meninggalkan atau ditinggalkan, hidup dan kehidupan selalu memiliki alasan meskipun terlambat menemukannya. "Menurutmu.. Apakah seseorang dengan kesendirian akan sengsara?" ucapnya pada sosok yang ia cintai di sampingnya, semburat wajah sang gadis memerah. Suaranya terasa berat, dadanya pun terlihat naik turun seolah menahan sebuah perasaan yang amat berat. "Tidakkah anda tau? Manusia bukanlah mahluk yang akan bertahan sendirian hingga akhir, manusia selalu membutuhkan satu sama lain, tolong.. Anda jangan merasa sanggup berdiri diatas kaki anda sendiri.. Saya akan pergi karena sudah tiba waktunya, hiduplah seperti mereka pada umumnya, selamat tinggal" Pria itu menatap punggung sang gadis yang semakin menjauh dan mulai tak menampakkan diri, tak terasa sakitnya membunuh hatinya yang kini membuatnya tak berdaya, terisak seraya mengusap air matanya yang terjatuh, berharap kisahnya hanyalah mimpi semata. "Benar, kuharap akan ada hari baik setelah ini. Terima kasih telah menyadarkanku"
Todos los derechos reservados
#26
arunika
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • IMPERFECT
  • Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)
  • AIRen
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Miss You Love
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido