Tangguh

Tangguh

  • WpView
    LECTURAS 60
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, feb 28, 2021
Kisah seorang pria dewasa yang belum menikah karena cinta nya telah habis pada seseorang gadis yang meninggalkannya. Meninggalkan atau ditinggalkan, hidup dan kehidupan selalu memiliki alasan meskipun terlambat menemukannya. "Menurutmu.. Apakah seseorang dengan kesendirian akan sengsara?" ucapnya pada sosok yang ia cintai di sampingnya, semburat wajah sang gadis memerah. Suaranya terasa berat, dadanya pun terlihat naik turun seolah menahan sebuah perasaan yang amat berat. "Tidakkah anda tau? Manusia bukanlah mahluk yang akan bertahan sendirian hingga akhir, manusia selalu membutuhkan satu sama lain, tolong.. Anda jangan merasa sanggup berdiri diatas kaki anda sendiri.. Saya akan pergi karena sudah tiba waktunya, hiduplah seperti mereka pada umumnya, selamat tinggal" Pria itu menatap punggung sang gadis yang semakin menjauh dan mulai tak menampakkan diri, tak terasa sakitnya membunuh hatinya yang kini membuatnya tak berdaya, terisak seraya mengusap air matanya yang terjatuh, berharap kisahnya hanyalah mimpi semata. "Benar, kuharap akan ada hari baik setelah ini. Terima kasih telah menyadarkanku"
Todos los derechos reservados
#131
strong
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Blooming Lady [completed]
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • AIRen
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Yang Pernah Patah
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Erlangga
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU

"Katakan padaku bagaimana caranya berhenti mencintai seseorang yang bahkan tak pernah mencoba mencintaimu kembali?" Liana tak pernah bermimpi menjadi istri dari lelaki yang menatapnya seperti beban. Ia hanya gadis biasa, yang jatuh terlalu dalam pada laki-laki yang patah dan tak ingin diperbaiki. Pernikahan mereka tak dibangun dari cinta, tapi dari kesunyian yang tak diucapkan, dari janji-janji yang tak pernah dibuat, dan di dalam rahimnya, tumbuh seorang anak yang mungkin tak pernah dirindukan ayahnya. Di balik keheningan rumah yang dingin, di antara senyum pura-pura dan malam tanpa pelukan, Liana menulis surat-surat untuk anaknya. Ia tahu, dunia tak akan memberinya bahu untuk bersandar tapi ia ingin sang anak lahir dari seorang ibu yang pernah mencintai sepenuh hidup, meski dicintai tak pernah jadi bagiannya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido