Ku Ikat Kamu Dalam Halalku

Ku Ikat Kamu Dalam Halalku

  • WpView
    Reads 178
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Karna cinta lah aku begitu menginginkanmu Naira zahratul jannah." Alexzander hamzah alfahkri WARNING STORY Yukkk mampir dilapak aku readers Yang suka perjuangan cerita ini cocok buat kalian yang suka berjuang mendapatkan apa yang diinginkan😊 NO JEPLAK KARYA ORANG LAIN INI FIKS REAL ASLI DARI PEMIKIRAN ADMIN SENDIRI JANGAN ADA YANG JEPLAK KARENA DOSA DAN MELANGGAR ATURAN YANG ADA . MAKASIH❤🙏👍 JANGAN LUPA TINGGAL JEJAK . Salam manis Admin imut
All Rights Reserved
#332
egois
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Kulepaskan Dia
  • Sahabat Until Jannah (SUDAH TERBIT)
  • SURAT CINTA UNTUK AIDEN [END]
  • Anak DESA ✔
  • The Rainy Night || End.
  • memory
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines