Story cover for Enternal Love by idahnurifafa
Enternal Love
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 20, 2020
Bercerita tentang saudara kembar yang mencintai 1 wanita.

Saat Reyhand akan melupakan Bianca , orang tua mereka malah menjodohkan Reyhand dan Bianca.

Hal itu yang membuat Bastian Membenci Reyhand Saudara kembarnya

Bianca yang merasa bersalah karna dia berfikir dia penyebab mereka ber dua bertengkar akhirnya Bianca memilih pergi dari kehidupan Mereka.

Apakah Bianca akan kembali atau tidak???


Ini sudah takdir bas, aku bukan jodoh kamu maafkan aku aku tidak bisa menolak perintah orang tua ku" Ucap Bianca Clarissa Evelyna sambil menghapus air mata yang terus mengalir di pipinya


"Bianca itu pacarku, kenapa mamah malah menjodohkan dia dengan Reyhand mah" kata Bastian Ervin Arseni dengan suara yang serak menahan tangis.


"Aggghhh kenapa? kenapa gue harus mencintai pacar adik gue sendiri?! maafin gue Bas udah bikin lo sakit hati" teriak Reyhan Aditya Arseno  sambil mengacak rambutnya frustasi.
All Rights Reserved
Sign up to add Enternal Love to your library and receive updates
or
#670ketulusan
Content Guidelines
You may also like
Brothers by eMikoe
12 parts Complete
"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.
You may also like
Slide 1 of 10
LDR cover
Gemini Complex cover
You Are Mine [Terbit] cover
Koneksi Dekat : Cinta yang Tak Terduga cover
VerLanO (END) cover
Strong Girl Michella (END)  cover
Aku Bukan Dia ( kita Berbeda ) cover
Beautiful Nerd cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover
Brothers cover

LDR

9 parts Complete

"Kenapa?"-Bianca Aurelia Malvina "Nggak"-Reza Daylon Pratama "Kamu sekarang lebih irit bicara,kasih alasan yang jelas kenapa kamu berubah sikap, kamu tidak bisa perlakukan aku seperti ini terus menerus" ucap Bianca lemah "Tolong menjauh dari gue" ucap Reza dengan tatapan dingin. "Nggak.. alasannya apa? ini nggak masuk akal za" Bianca menghela nafas dengan gusar dengan tubuh bergetar. "Dasar cewek". Desis Reza dengan tersenyum kecut. "Aku akan terus bertahan" ucap Bianca menundukkan kepalanya Reza membulatkan matanya. "Lo udah gila?" Ucap Reza dengan menahan kesal dan langsung pergi meninggalkan Bianca sendirian di kafe. Tanpa disadari,air mata pun lolos dipipinya. Bianca tersenyum, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi agar Rezanya itu bisa kembali bersama dengannya lagi, apa Reza masih mencintainya? Apa Bianca harus mempertahankannya karena sudah menjalin hubungan sampai bertahun. Atau Bianca harus melupakannya? Tetapi saya pikir Bianca tidak akan bisa melupakannya.