HARIAN JUNIATHA

HARIAN JUNIATHA

  • WpView
    Reads 693
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 23, 2021
Sequel JUNI & JULI. Aku paham, kenapa bisa orang lain begitu bebasnya merasakan kebahagiaan. Tidak denganku, apalagi dengan suamiku-Kenzo Damar. Ini cerita kelanjutan dari kisah lamaku bersama dengan Juliano Aldebaran. Jujur, aku memang tidak bisa melupakannya karena dia hanya temanku. Saat ini aku hanya fokus kepada satu titik; menjaga suamiku dengan baik. Aku tidak perduli kalau nantinya ada yang berubah. Wajar dong, kalau hidup berumahtangga itu tidak semanis cerita-cerita lain, yang hanya menyentuh rasa romantisnya saja? Kalau ini salah, tolong diperbaiki. Kalian bebas berkomentar, karena aku juga banyak salahnya. Tidak apa-apa, aku akan menerimanya dengan baik. Tapi, aku juga ingin kalian mengerti dengan masalah baruku ini. Mau? Hidupku dengan Kenzo tidak selalu romantis. Walaupun ada kata-kata yang tidak wajar untuk kalian baca, tapi aku udah kasih konten sebelum kalian baca. Pasti kalian melihatnya dan membaca daftar isinya lebih dulu. Benar nggak? Ah sudah... aku tidak banyak basa-basi lagi. Ini kisahku, bersama dengan suamiku. Kalau kalian berniat untuk membacanya dan mendukung karyaku, silahkan saja. Karena aku tidak melarangnya. Aku tinggal ya? Kalian, silahkan baca saja. Dahhh. © Dewi Mansur -Mei 2020
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumahku, di Hatimu (The Beginning of Undeniable Love Series)
  • Not A Perfect Husband ✔
  • I LOVE YOU MY SUNSHINE [COMPLETED]
  • Renjana Kalbu
  • Not Always Alone (Sudah Terbit)
  • AKHIR (tak) BAHAGIA
  • Listen to Your Heart
  • TIRANI
  • THE CHOICE
  • Mamahku Guruku

Selama sepuluh tahun kupikir sudah mati rasa. Kemampuanku untuk merasakan sesuatu dari hati. Cinta. Kusangka tinggal sejarah. Aku keliru. Sebab, aku baru saja merasakannya. Parahnya. Ini jauh lebih kuat. Demi Tuhan, untuk Nastiti aku bersedia tinggal di sini. Dimana pun asal bersamanya. Kunikahi dia hari ini juga. Tapi...apakah dia mau? Nastiti adalah gadis baik. Polos. Aku terlalu rusak. Kotor, untuk perempuan semanis Nastiti. ------------------author note-------------- Dear Readers, Sekedar mengingatkan, semua novel saya untuk konsumsi mereka yang berusia 18+ , berpikiran terbuka, dan ingin membaca cerita ringan tanpa harus keras berpikir dan berkerut dahi. After all, this is just a work of fiction. Just read & have fun guys Bagi yang tidak memenuhi kriteria pembaca karya saya, tolong jangan baca. Carilah bacaan yang sesuai dengan selera dan gaya penulisan yang bisa Anda nikmati. I won't change my writing style. It's either you read it or you don't. Untuk adik-adik yang usianya di bawah 18 (kalau ada), tolong jangan baca ya. Carilah bacaan sesuai usianya ☺️ Demikian. Salam hangat, -KI-

More details
WpActionLinkContent Guidelines