Creepy Everywhere

Creepy Everywhere

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 22, 2020
-Sinopsis- Jam dinding besar yang menjulang setinggi langit-langit rumah ini telah menunjukkan angka sepuluh lewat tiga puluh menit delapan belas detik. 'Tik.. Tok.. Tik.. Tok..' Begitu bunyinya. Rumah ini makin sunyi dan suram kala hujan mulai turun, bangunan kuno peninggalan zaman Belanda. Padahal lampu-lampu rumah ini sudah sering berganti seiring berjalannya zaman ke zaman. Makin modern, tapi tetap suasananya masih terasa amat tua. Namaku Fara, dan malam ini di rumah besar ini aku hanya tinggal berdua bersama ibuku saja. Kamar kami yang berjarak agak jauh, karena aku di lantai dasar dan ibuku di lantai dua. Membuatku sering kali merasa kesepian. Dalam sunyi, gemericik hujan, dan detakan jam dinding. Suara ketukan pintu utama pun muncul di tengah malam untuk pertama kalinya. 'Tok.. Tok.. Tok.. ' *** Genre horror untuk pertama kalinya, yipiii!! oke selamat membaca! 🤩🤩
All Rights Reserved
#2
tengahmalam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • Bersekutu Dengan Iblis [END]
  • Exchange Souls With Villains
  • Effort ( COMPLETED )
  • Seribu Kisah | | GORESAN PESAN [COMPLETED]
  • Bisikan Mereka ✔
  • Kripik Setan
  • Creepypasta

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines