
"Gue terima." potong Petir membuat Jingga bingung sendiri. "Hah? Apasih ga jelas lo!" "Gue terima tembakan cinta lo. Mulai sekarang KITA pacaran. 25 Mei, catet ya! Bye, pacar! Gue ke kelas dulu." jawab Petir meninggalkan Jingga yang menganga. Jingga yang merasa ini mimpi lantas menampar wajahnya sendiri, "Aduh, kok sakit?" "WOI! Kapan gue nembak lo, monyet?! Petir sialan! Lo monyet!" teriaknya tak henti-henti mengatai Petir. Note: Cerita ini adalah cerita gabungan dari dua Author, jadi jangan lupa follow akun kami :)Todos los derechos reservados
1 parte