We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
QVINQVE

QVINQVE

  • WpView
    Reads 457
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 30, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Memulai debut mereka di usia 20-an, band QVINQVE ingin membagikan cerita mereka dalam sebuah mini album. One Day in Our Life, menjadi sebuah titik yang mengawali hubungan antara apa yang orang sebut dengan muse dan masing-masing dari mereka. [QVINQVE 1st Mini Album : One Day in Our Life] is in the making process, please wait . . . Cover Art by brainwasher_ [Disclaimer!!! not a poem type of book. Write in Bahasa. Typos might be found.] -xoxo.
All Rights Reserved
#3
harvey
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • Secret's
  • NOBODY'S WEAK || -Trying to Stop - [✓]
  • [✔] Klub 513 | vol.1 | Ep.1 : Awal
  • Kelas A [End]
  • Predetermined Destiny
  • [END] ONESHOOT RANDOM //K.V🐯🐰
  • "Transfer Student wa Kodoku ja Nai"
  • CHILI IS NOT CHILL
  • CURSORY [COMPLETED]

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines