WILL
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Seorang gadis berkulit pucat terbangun disuatu tempat yang tampak asing baginya. Dia tidak mengingat secuilpun kejadian sebelum itu. Atau singkatnya dia mengalami lupa ingatan. Namun satu hal yang dapat ia ingat tentang dirinya adalah namanya. Will. Seorang Pria yang juga berkulit pucat datang menghampirinya menjelaskan bahwa mereka berdua sekarang berada di alam setelah kematian. Pria itu mengajak Will untuk ikut bergabung dalam kelompok yang dipimpinnya. POM (Pasukan Orang Mati). Dalam kebingungannya pada kenyataan yang ia hadapi dan bercampur aduk perasaan melelehnya melihat ketampanan pria pucat itu, Will pun menyanggupinya. Seiring berjalannya waktu, Will mencoba mencari tahu siapa dirinya sebenarnya, apa yang terjadi sebelum kematiannya. Bersama pemimpin POM dirinya berhasil memecahkan sebuah misteri kehidupan sebelum dan setelah kematian.
All Rights Reserved
#541
kematian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Against Fate
  • HORROR PICNIC
  • (Cancelled) Utusan Kristal Suci
  • Butterfly TAMAT
  • My Mina ✓
  • The Dreamkeeper's Forest
  • LARUNG
  • DOMINANT [HIATUS]

Di dunia yang hancur oleh invasi monster dari dimensi lain, para Hunter menjadi harapan terakhir umat manusia. Cain Aldric, seorang Hunter kelas-F yang diremehkan dan dipandang sebelah mata, hidup hanya untuk bertahan. Tapi semuanya berubah ketika ia dikhianati dalam ekspedisi dungeon dan terlempar ke dalam Abyssal Ruins-lantai terdalam dan terlupakan, tempat kematian adalah kepastian. Namun Cain tidak mati. Di tengah kegelapan, luka, dan pengkhianatan, ia bertahan. Ia membantai monster demi monster, menggali kekuatan dari rasa sakit, dan mengukir jalan berdarah menuju kekuatan sejati. Di antara suara jeritan, bisikan kematian, dan tubuh yang terus jatuh ke jurang kegilaan, Cain melangkah sendirian... namun tak pernah benar-benar sendiri. Semakin dalam ia masuk, semakin jelas satu hal-monster terbesar bukanlah yang mengintai di kegelapan, melainkan yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Di hadapan takdir yang ingin memadamkannya, Cain bersumpah untuk satu hal-menghancurkan takdir itu sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines