EVIDENTLY

EVIDENTLY

  • WpView
    Reads 1,298
  • WpVote
    Votes 546
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2020
Kita naif jika menganggap waktu menyembuhkan luka. Kemungkinan besar dia membawa dan menyelipkan luka. Lagi dan lagi. Itu hidup. Dan kamu hidup. 18 Mei-- ©2020
All Rights Reserved
#433
kiss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARDIRA [SELESAI]
  • LUKA RAHASIA [Completed]
  • Mengenang Luka (Telah Direvisi)
  • INSTABLE - (Ta) [Completed]
  • MISEL [END✔]
  • The Days for Rukia Kuciki
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Luka Terindah
  • Unfinished Goodbye

Tentangku tentangmu sempat tertulis di kertas yang sama. Namaku namamu pernah Tuhan satukan dalam skenario yang kita perankan. Rasamu rasaku pernah saling mengisi kekosongan. Meski tak pernah terucap, namun bisa dirasakan. Bukankah semua itu menyiksa? Bukankah jika kita terus begini akan ada luka? Bukankah kamu lelah menyimpan kata? Dan bukankah aku juga lelah menunggu kalimat indah yang tak kunjung terdengar darimu? Bukankah kita telah sama-sama jenuh menerka semua rasa yang tidak memiliki nama ini. Semua sangat menyiksa. Mungkin kita mencoba membuat kenangan sebanyak-banyaknya karena kita tahu, suatu hari nanti, kita tidak akan bisa lagi bersama. Yang pergi akan tetap pergi, walaupun kau telah menjaganya dengan begitu kuat. Yang datang akan datang, walaupun kau tidak menginginkan kedatangannya. Semua tak akan pernah abadi, semua akan sirna, semua yang fana akan binasa. Begitu pula dengan kisah dan kasih tentang kita. Kisah kasih yang tak memiliki nama. Ini tentang kisah patah, luka, kecewa dari dua orang yang akhirnya saling melepaskan dan terluka secara perlahan. Penasaran?? HAPPY READINGS❤

More details
WpActionLinkContent Guidelines