Love in Silence

Love in Silence

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 12, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
~Muhammad Hafiz Syahreza Laki-laki tampan yang digilai oleh seluruh kaum hawa SMA HARAPAN BANGSA dan merupakan anak dari pemilik sekolah tapi Hafis merupakan anak broken home yang ditinggal ayahnya bekerja keluar negeri sedangkan ibunya sudah lama meninggal. ~Nadia Azzahra Gadis sederhana yang tinggal hanya berdua dengan ibunya yang sedang sakit-sakitan. Nadia diam-diam menyukai salah satu siswa di sekolahnya yang tidak lain adalah Hafiz, karena derajat mereka yang berbeda,Nadia hanya memendam perasaannya dalam diam. @antaa_1909 @2020
All Rights Reserved
#9
hafis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Persimpangan Hati
  • LOVE in SILENCE
  • Om, Ayo Nikah!
  • ANTARA CINTA DAN TAKDIR
  • ARUMILA
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • TITIK RINDU [ SELESAI ]
  • Paradise
  • Tak Sejalan
  • HIJRAH DAN HATI YANG BERGETAR

Di Persimpangan Hati Nadira adalah gadis berusia 17 tahun yang tampak tenang di luar, tetapi menyimpan badai di dalam hatinya. Wajahnya lembut, dengan sorot mata yang kerap terlihat sendu dan tampak menerawang, seolah selalu mencari jawaban yang tak pernah terucap. Nadira adalah tipe yang diam-diam memikul beban, lebih memilih memendam luka dan kesedihannya dalam hati daripada menceritakannya kepada orang lain. Di persimpangan hatinya, Nadira berdiri dengan keraguan yang tak pernah reda. Selalu berusaha tegar, ia sering tersenyum meski hatinya terasa kosong. Hatinya kerap dihantui oleh rasa tidak percaya diri, terutama setelah bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang kakaknya yang lebih sukses dan lebih dihargai oleh keluarganya. Walau sering mencoba meyakinkan diri bahwa ia baik-baik saja, kenyataan terus-menerus mematahkan keyakinannya itu. Dalam kesunyian malam, Nadira sering terjaga, mengobati luka-lukanya yang tak terlihat, sambil mempertanyakan arah yang ingin ia tempuh. Hatinya selalu terbelah antara ingin melangkah maju dan bertahan dengan perasaan yang membuatnya terpaku. Ia rindu untuk bebas, untuk berdiri di atas pilihannya sendiri tanpa rasa takut akan pandangan orang lain. Namun, di persimpangan itu, Nadira tetap bimbang-antara hati yang ingin pulih dan kenyataan yang terus mengajaknya untuk bertahan. Ditulis sejak 29 Maret 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines