Story cover for RARA by fakhrelin
RARA
  • WpView
    Reads 516
  • WpVote
    Votes 272
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 516
  • WpVote
    Votes 272
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published May 21, 2020
Rasa bersalah, rusaknya suatu hubungan, berjalan pada lingkaran kehidupan yang memuakkan dan cinta pandangan pertama.

Tidak rumit, jika seandainya Rara kembali menjadi sosoknya yang dulu. Terbuka dan nggak ribet.

Baca, deh.
All Rights Reserved
Sign up to add RARA to your library and receive updates
or
#661rara
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
BEST OF US - TERBIT CETAK cover
Audy & Bani cover
Oh My, CRUSH! cover
Q U A L M cover
Tobatnya 'Seorang' Buaya ✔ cover
cinta kaya headset cover
Sepenggal Kata cover
Into the Arms (TAMAT) cover
Trapped In Marriage [The End] cover
Autumn and Rain cover

BEST OF US - TERBIT CETAK

23 parts Complete

TERSEDIA DI TOKO BUKU SEBAGIAN PART SUDAH DIHAPUS Aku nggak mengerti bahwa sebuah kisah cinta bisa seperti ini. Sungguh, dulu aku hanya gadis polos yang tak pernah peduli pada cinta sejati. Di dunia ini, hanya ada 2 pria yang tadinya kupikir akan jadi pendamping hidupku: dr. Riza yang maha sempurna atau fotografer terkenal, Jerro Atma. Tapi lihat sekarang apa yang kulakukan. Galau habis-habisan menunggu orang yang tak pernah kuperhitungkan pulang ke Indonesia. Pria brengsek yang menjadikanku pacarnya dua jam sebelum keberangkatannya ke Amerika. Gila kan? Mana katanya dia akan sering-sering pulang? 6 bulan sekali my ass! Sudah hampir 2 tahun dan dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda dia mau pulang. Tapi sudahlah. Toh memang aku sendiri yang gila, mau-mau saja menunggunya. Ya bagaimana, namanya juga sayang. Kupikir mudah saja menunggu. Ngomong-ngomong, aku cukup jago dalam mempertahankan perasaan. Tapi baru kali ini aku sadar, bahwa menunggu dan bertahan tak semudah kelihatannya. Apalagi, saat kamu tidak tahu yang sebenarnya apakah dia layak ditunggu atau tidak. Dan saat kamu sibuk bertanya-tanya, ada orang lain yang punya jawaban masuk akal. [Lanjutan dari When You Tell Me That You Love Me]