Dedikasi Hati

Dedikasi Hati

  • WpView
    Reads 646
  • WpVote
    Votes 183
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2020
Setiap orang pasti pernah merasakan resah, ya seperti halnya sedang rindu, apalagi terhadap orang tersayang yang terpisah oleh jarah yang bisa dibilang lumayan jauh. Meski jarak tak menjadi acuan, tetapi tetap saja mempengaruhi pikiran. Nah disini saya mencoba menuangkan apa yang sedang ada dalam hati, saya coba menuangkannya dalam kata-kata, kemudian saya rangkai menjadi sebuah kumpulan puisi dan prosais yang saya beri tema "Dedekasi Hati". Selamat membaca😊 Jangan lupa tinggalkan jejak ya soalnya yang datang lalu pergi tanpa jejak itu bikin sakit eh.
All Rights Reserved
#4
day3
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • KIDUNG CINTA AKU & DIRIMU
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • We Found Another Love [Completed]
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Untuk Dia Yang Tak Bisa Kusebut Namanya
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

More details
WpActionLinkContent Guidelines