We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Puisi Terlintas

Puisi Terlintas

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2020
WpInfo
Poetry
Aku orang yang suka menulis kata-kata yang lewat begitu saja di otak ini. Dengan cepat ku ukir sedikit demi sedikit kata-kata yang kudapat. Tapi kenapa semua tulisan itu mengarah pada rindu dan engkau disana. Kau pergi dan kau tinggalkan sesuatu yang dalam disini. Bagaimana caranya aku bisa lepas dari rasa terbelenggu yang kasat mata ini. Aku mohon !! lepaskan aku, biarkan aku bebas bernapas... Kenapa kau hadir, hanya sebagai rindu yang menyiksa. Tak bisa ku gapai tapi bisa kurasakan. Andai kau tahu seberapa menyiksanya rasa ini. Aku yakin kau akan kembali mecari jalan pulang. Hehhmmm Semuanya sudah terlambat, kau terjebak dalam kegelapan. Biarkan aku lalui angin rindu ini dengan sendiri tanpa kau disisiku. Aku akan berjuang sendiri. Rindu...
All Rights Reserved
#379
stopbullying
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Mahligai Sunyi
  • Dawn
  • ALEYA~~
  • Rhapsody
  • WindLife
  • April Love
  • Between Father and Son
  • All of the stars [Bulan's]

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines