Trash
  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 23, 2020
Vena Cahyaningrum, Seorang Cewek Yang Ansos, Nolep, Wibu. Sebelum Mengenal Mereka Kehidupan Nya Normal, Tetapi setelah Mengenal Mereka Kehidupan nya 180° Berubah Drastis. Dari yang ansos, nolep, dia sedikit demi sedikit berubah menjadi orang yang ekstrofert. Arda Putra Wijaksono, seorang laki-laki yang nolep, wibu, fakboy. Ia termasuk the most wanted di Smp Willow, semua mata kakak kelas jika seorang arda lewat akan tertuju pada arda. Virgiawan Dwi Andika, seorang laki-laki yang pemalu, smart, gamers. Ia sebelum mengenal seorang vena adalah laki-laki yang sangat pemalu dan tidak percaya diri. Tapi karena suatu dorongan ia berniat untuk Melakukan sesuatu Ada kisah apakah di antara mereka bertiga? Mengapa Mereka Selalu Terlibat dalam berbagai masalah?
All Rights Reserved
#121
boysandgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • ARDILA & DINAR
  • Ketos Vs Cegil
  • ANNAYYARA (On going)
  • Eskamel
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Elang L Cavanix ( END )
  • Arranged Marriage gen Z
  • Playboy With Crazy Girl ✓

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines