Story cover for Semesta by SelviAnanda15
Semesta
  • WpView
    LECTURES 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement mai 21, 2020
Semua tercipta dari sebuah ledakan besar yang sangat tepat dan sempurna. Ledakan yang menjadi awal mula dari segalanya,  ledakan yang menjadi awal semua kehidupan, semua kasih sayang,  semua kebahagiaan dan kesengsaraan, juga semua keajaiban semesta.
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter Semesta à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#13supernova
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Art Of Life: Helianthus fabula, écrit par FancySunflower
13 chapitres En cours d'écriture
Saat masih kecil, banyak orang yang salah mengira mana yang bungsu diantara Duri dan Solar. Bukan hanya karena jarak umur mereka yang hanya terpaut 2 tahun, tetapi juga karena kepribadian Duri yang terlihat lebih polos dan cengeng dibanding Solar yang kerap kali menunjukan sikap tenang dan jarang menangis. Duri itu gampang sekali menangis termasuk menyangkut hal-hal kecil seperti menonton vidio tiktok kucing random yang terlihat kotor dan kelaparan di jalan. Ia bisa menghabiskan waktu kurang lebih satu jam menangisi serial animasi kisah hidup lebah kecil yang mencari ibunya. Berbeda dengan Solar yang sedikit lebih tenang, Ia terhitung sebagai anak yang jarang sekali menangis. Tentu saja Ia bisa merengek dan berguling guling heboh di lantai pada saat saat tertentu seperti memohon pada Halilintar untuk dibelikan sesuatu yang Ia inginkan atau ketika dia dan Duri terlibat dalam adu fisik dalam memperebutkan mainan, namun Halilintar hanya beberapa kali melihat Solar benar benar meneteskan air matanya. Halilintar pernah bertanya pada adiknya mengenai hal ini dulu, Solar mungkin menganggap bahwa menangis itu menunjukan kelemahan. Ia merasa menangis membuatnya tampak lemah, dan laki-laki yang seharusnya kuat tidak diperbolehkan untuk menangis. Halilintar memberikan pengertian pada adik kecilnya itu kalau sangat tidak apa-apa untuk menangis, mau itu perempuan atau laki-laki. Tapi sepertinya kebiasaan Solar untuk menahan perasaan sedihnya dan untuk tidak menangis itu sudah terlanjur masuk ke dalam diri Solar. Karena itu, melihat adiknya menangis tersedu dihadapannya saat ini membuat hati Halilintar serasa teriris. Hal apa yang Ia hadapi sampai mampu membuat pertahanannya runtuh.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Art Of Life: Helianthus fabula cover
At The End Of Waiting[Hiatus] cover
Langit dan Semestanya [langaXreki] {HANAHAKI DISEASE} cover
Guardian cover
Oneshoot JKT48 cover
Boboiboy Elemental: Oneshot(Completed) cover
Nebula cover
SUPERNOVA [END] cover
• KECEWA ~ cover

Art Of Life: Helianthus fabula

13 chapitres En cours d'écriture

Saat masih kecil, banyak orang yang salah mengira mana yang bungsu diantara Duri dan Solar. Bukan hanya karena jarak umur mereka yang hanya terpaut 2 tahun, tetapi juga karena kepribadian Duri yang terlihat lebih polos dan cengeng dibanding Solar yang kerap kali menunjukan sikap tenang dan jarang menangis. Duri itu gampang sekali menangis termasuk menyangkut hal-hal kecil seperti menonton vidio tiktok kucing random yang terlihat kotor dan kelaparan di jalan. Ia bisa menghabiskan waktu kurang lebih satu jam menangisi serial animasi kisah hidup lebah kecil yang mencari ibunya. Berbeda dengan Solar yang sedikit lebih tenang, Ia terhitung sebagai anak yang jarang sekali menangis. Tentu saja Ia bisa merengek dan berguling guling heboh di lantai pada saat saat tertentu seperti memohon pada Halilintar untuk dibelikan sesuatu yang Ia inginkan atau ketika dia dan Duri terlibat dalam adu fisik dalam memperebutkan mainan, namun Halilintar hanya beberapa kali melihat Solar benar benar meneteskan air matanya. Halilintar pernah bertanya pada adiknya mengenai hal ini dulu, Solar mungkin menganggap bahwa menangis itu menunjukan kelemahan. Ia merasa menangis membuatnya tampak lemah, dan laki-laki yang seharusnya kuat tidak diperbolehkan untuk menangis. Halilintar memberikan pengertian pada adik kecilnya itu kalau sangat tidak apa-apa untuk menangis, mau itu perempuan atau laki-laki. Tapi sepertinya kebiasaan Solar untuk menahan perasaan sedihnya dan untuk tidak menangis itu sudah terlanjur masuk ke dalam diri Solar. Karena itu, melihat adiknya menangis tersedu dihadapannya saat ini membuat hati Halilintar serasa teriris. Hal apa yang Ia hadapi sampai mampu membuat pertahanannya runtuh.