Lonely
  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 18, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
. . . Inilah kisah seorang Anatasya Difya sosok remaja berambut pirang yang menyembunyikan seribu luka dalam wajah riangnya. Ia menghadapi dunia yang amat kejam dengan sendirian. Tidak ada satu orang pun bisa mengerti dia, Tidak memiliki rumah yang sehangat remaja lain pada umumnya, tak ada tempat untuk pulang dan menceritakan keluh kesahnya Bahagia ? Entahlah betapa sulitnya ia mendapatkan kata itu dalam hidupnya Tumbuh dalam linggkungan keluarga yang toxic ia hanyalah gadis malang yang hanya memiliki dirinya sendiri untuk menghadapi hiruk pikuk dunia, disemangati oleh impian tingginya namun dipukul mundur oleh kenyataan dunia. Lalu, bagaimana kelanjutannya ? Apakah dia bertahan untuk mendapat kebahagiaan dunia untuknya ? ..... ..... ..... "Kupikir takdir tuhan lah yang terlalu tidak adil bagiku dan dunia yang kejam selalu membuatku terluka namun kenyataannya aku sendiri yang melukai diriku dengan menaruh harapan kepada orang baru, sekarang aku tahu bahagia itu diri sendiri yang buat bukan orang lain" ~Anatasya difya putri
All Rights Reserved
#20
anatasya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Dear of Natasya
  • Hilang
  • Anatasya (END✓)
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Let Me Love You Longer
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines