Just A Friend

Just A Friend

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
"Apa karena keyakinan kita yang berbeda membuat kita tidak dapat bersatu?" Kehidupan Catherine Alexandra sebagai siswi SMA tingkat akhir berubah dalam sekejap hanya karena kehadiran Shaka. Catherine yang awalnya hanya menganggap Shaka sebagai teman biasa lama-kelamaan menjadi cinta pada teman sebangkunya itu. Shaka Hisyam Arsalan, cowok pindahan dari Aceh yang telah berhasil mengombang-ambing perasaan Catherine. Ia juga suka dan sayang dengan Catherine tetapi seperti ada tembok besar yang menghalangi mereka. Keyakinan. Catherine dan Shaka ini memiliki keyakinan berbeda yang menjadi tembok besar untuk Shaka bisa memiliki Catherine. Apakah mereka bisa bersatu meski ada tembok besar itu? 49 on #justfriend (25 Mei 2020) 4 on #catherine (2 Juni 2020)
All Rights Reserved
#129
justfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Rhythm in Our Hearts
  • SONA
  • Friend Or Love [END]
  • Kita Berbeda [END]
  • It Takes A While For Us
  • Cupikacu
  • Can i have you?
  • Irreplaceable ❤ (END)
  • Paguyuban lima sekawan✔️

PERINGATAN ⚠️ Dibeberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines