dreamer academy : Change again

dreamer academy : Change again

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Teta , remaja yang terbilang antisosial, tidak pernah bergaul dengan sekitar, menurutnya itu hanya membuang waktu saja. Orang tuanya sudah beberapa kali agar Teta bisa kembali normal seperti remaja seusianya, tapi tetap saja tidak bisa berubah. suatu malam ketika sedang tidur, Teta terbangun di sebuah sekolah ,di depannya ada seseorang yang bertampang mengerikan dengan senyuman "Welcome to dreamer academy Teta, waktunya untukmu malam ini" Secara tidak sadar lama kelamaan Teta berubah, ia jatuh cinta kepada sahabatnya di dimensi mimpi. Teta masih tidak percaya ini, sungguh , ini hanya sebuah mimpi atau lebih?
All Rights Reserved
#59
kejahatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ruang
  • Adinda | Jeno Jaemin
  • DREAM
  • 74/366
  • I LO(lea)VE YOU! [COMPLETED]
  • 𝐏𝐀𝐑𝐀𝐋𝐄𝐋 𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐒𝐓𝐑𝐈𝐍𝐆𝐒
  • Viva La Vida
  • Take Me Back!
  • KEPERGIAN SENJA
ruang

SETIAP manusia berhak mendapatkan ruang untuk bisa merasakan ketenangan walau hanya sesaat. Sekadar untuk menghela nafas sebelum menerima segala kenyataan yang akan menimpa dirinya. Mencoba menerima kepahitan dalam kehidupan yang sementara. Atau mungkin sekadar untuk menarik nafas panjang sebelum akhirnnya menerima bantingan keras hingga meremukkan tulang. Semesta tidak pernah berpihak pada Arkana Gala Dakari. Baginya, semua hanya bisa menggoreskan luka yang sangat dalam tanpa memikirkan perasaannya sedikitpun. Mereka seakan-akan tak memberikannya sebuah ruang untuk bernafas bahkan untuk sesaat. Tak pernah sedetikpun ia merasakan yang namanya ketenangan. Kesehariannya hanya berisi tentang kekhawatiran bahkan ketakutan. Arkana bahkan tidak tahu bagaimana rasa kebahagiaan yang sebenarnya. Apakah kebahagiaan itu manis seperti gula atau bahkan pahit seperti kopi. Dunia terlalu kejam untuk Arkana yang sendirian. Dalam keadaan terpuruk ia hanya bisa mencoba untuk berdiri dengan rasa sakit yang bertubi-tubi menimpa dirinya. Ia bahkan berharap mendapat jawaban dari semua doa-doa yang selalu ia panjatkan pada yang maha kuasa. Selain itu, ia juga membutuhkan ruang untuk sekadar bernafas dengan penuh ketenangan. Copyright © 2025, PapaLumoL

More details
WpActionLinkContent Guidelines