Never Disturb Me

Never Disturb Me

  • WpView
    LECTURAS 17
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 1, 2020
Bagaimana rasanya ketika kita di kecewakan, padahal kita tidak pernah mengecewakan? Bagaimana rasanya jika kita telah memberikan segalanya, sedangkan dia? Jangankan segalanya, setengah pun tidak. Bagaimana rasa nya jika kita sudah melakukan yang terbaik, namun di matanya selalu buruk? Bagaimana rasanya memendam amarah, menahan ego sendiri, selalu mengalah ketika di salahkan? Sakit bukan? Namun apalah daya, semua usaha di balas dengan kekecewaan. Merelakan adalah jalan terakhirnya. Kalau kita memang untuk kita, betapapun sulitnya, kita akan kembali pada kita. Dan sekencang apapun ikatannya, bila harus terlepas, pasti terlepas. Tapi tak apa, perlahan semuanya pasti akan membaik. Yang perlu dilakukan sekarang hanyalah bersabar, berubah menjadi lebih baik. Tak selamanya yang tersakiti akan selalu tersakiti kan? - Enjoy the story guys♥ Love you♥
Todos los derechos reservados
#69
dont
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Unfinished Goodbye
  • Evanescent [END]✓
  • Bukan Kita D.A.N
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Breathe
  • I'm NOT OKAY ~ END
  • I'm Done
  • AlReGa [END]√

[Tahap revisi] "Karena mencintai tanpa dicintai kembali itu menyakitkan." Pernah mencintai sebegitunya hingga tak sadar bahwa kamu layak juga untuk dicintai, memperjuangkan orang yang entah hatinya untuk siapa, terus menunggu hingga kamu tak mengerti bagaimana rasanya ditunggu. Mengabaikan banyak orang demi satu hati yang kamu jaga dengan mati-matian. Keadaan memaksa kamu untuk berhenti berjuang dan mencoba melepaskan. Tetapi nyatanya hatimu enggan untuk merelakan. Meski terkadang dihantam lelah kamu tetap saja berjuang untuknya, meski kamu sadar, untukmu; dia tak pernah punya cinta. © Riyan Sekar, 2019

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido