Story cover for Dear Me by A_deected
Dear Me
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published May 21, 2020
Halo,

Saya Dian Indri M.
Saya kembali setelah 3 tahun hiatus dari dunia kepenulisan.
Saya tumbuh dengan baik dan melewati masa remaja dengan berbagai suka duka.
Setelah SMA, saya lanjut kuliah.
Lulus dengan predikat Magna Cum Laude di salah satu instansi pendidikan di Bandung.
Lalu magang di perusahaan konsultan Jepang, Jakarta Selatan.
Dan kini, tengah menjadi audit/konsultan di Kantor Akuntan Publik, Jakarta Pusat.
Tidak sampai situ, saya melanjutkan pendidikan di Universitas Mercu Buana. Tentu saya yang biayai.

Saya melewati semuanya tidak terlepas dari cobaan, pilihan pelepasan peluang, serta pengorbanan waktu pula materi.
Great the Lord!
Semua terbalas, saya sudah berada di titik bersyukur untuk usia produktif ini.

Ya. Seharusnya demikian.

Namun, waktu yang tidak terasa waktu berlalu membawa saya menjadi pribadi yang kini tengah menghadapi 'Quarter Life Crisis'

Bagaimana bisa?

Padahal dengan semua kesuksesan yang saya dapat, seharusnya saya tidak perlu menghadapi kecemasan itu?
Seharusnya saya bahagia.
Apa alasannya?

Mungkin bukan diary, atau puisi yang penuh intrik, saya akan membagikan sudut pandang dan bagaimana abstraksi nurani saya tertuang dalam setiap tulisan yang akan saya bagikan.

Saya berharap tidak ada yang memberi komentar buruk akan tulisan-tulisan saya. Sebab, ini tempat adalah bagaimana saya berperang menghadapi diri saya sendiri. Terakhir, saya harap pembaca dapat mengambil pesan tersirat, tidak bersedih ,dan melanjutkan hidup dengan baik.

Terimakasih

Aprhodee, 21/05/2020
All Rights Reserved
Sign up to add Dear Me to your library and receive updates
or
#6152020
Content Guidelines
You may also like
Surat Cinta untuk Diriku Sendiri by ceritadariawan28
4 parts Ongoing Mature
"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2
It Takes Two To Tango  | No Longer Entirety by Yourwhitedaisy
46 parts Complete
I'm deeply sorry, this story is no longer fully available to read on this platform because it has been turned into books by the Author; Assisted by Haebara Publisher. The published version is available as two books that are still related: It Takes Two To Tango & Acta Est Fabula. [Started on July 17, 2020, and ended on September 25, 2020] New Message To : Folks Cc : People who are in love, loved, and broken-hearted. Subject: Tell me your love stories. _ Dear Fellas, How many times have you been in love for your entire life? Have you ever wonder whose arms would you run and fall into, to whom your heart will fall again if you were in one condition with everyone you ever loved? Tidak akan pernah ada yang memberitahumu kapan kamu akan jatuh cinta, kapan kamu akan patah hati, kapan kamu akan jatuh cinta lagi dan kapan kamu patah hati lagi, tidak ada satupun, bahkan ketika kamu ada di satu waktu dengan mereka yang pernah kamu cintai. Itu akan terjadi saja, tanpa peringatan. I will tell you about my story, but promise me to tell yours too, ya? Sincerely, Akina Zanna Pramatya ---- Eventho I didn't say 'KEEP AWAY FROM PLAGIARISM!', I know you guys are SMART ENOUGH not to do something like that, yes? Cheating like that WON'T make you a BETTER HUMAN. So, please dunot copy without my permission ^^ 🪄 Some of the dialogue and narration in (well, not-so-good) English, so if it's not your cup of tea, don't drink it ^^ Made with love and affection, certainly provide verification that this work is mine. © 2020 Yourwhitedaisy, All rights reserved. The artwork that I used as a cover was made by Je.
BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING] by Fratkn
65 parts Ongoing
Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak manapun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI
You may also like
Slide 1 of 10
Seharusnya Kita Tidak Menyerah cover
Delayed happiness cover
Lencana SK cover
Surat Cinta untuk Diriku Sendiri cover
Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT] cover
It Takes Two To Tango  | No Longer Entirety cover
Hari Ini untuk Esok cover
[3] IF I CAN [Completed] cover
BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [ON GOING] cover
REGATHAN [END] cover

Seharusnya Kita Tidak Menyerah

33 parts Ongoing

Mau baca silakan, tidak juga tak mengapa. Karena tulisan ini saya dedikasikan untuk diri sendiri, menggambarkan hidup sekitar saya, jadi orang lain tak perlu tahu apa yang saya rasa, apalagi teman saya. Semoga mereka tidak membaca ini. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° Di saat tidak ada titik temu dalam sebuah permasalahan, banyak orang yang memilih untuk menyerah. Ketika tangan tak mampu lagi menutup telinga. Menyerah seringkali menjadi jalan terakhir. Rasa sepi, sakit, dan tangis seringkali menjadi teman setia. Kepercayaan pun menjadi sesuatu yang tak lagi berharga. Padahal masih banyak alasan untuk tetap bertahan. Masih banyak alasan untuk kita melawan segala ketakutan dan kepedihan itu. Merangkul barangkali suatu jalan berharga yang dapat mencegah dari keputusasaan. Bukan hanya dengan teman setia, namun suatu tulisan atau bacaan kerap kali menjadi teman untuk tetap bertahan. Jika teman tak lagi menemani, biarkan cerita ini menjadi teman di kala gelap menyergap. -Seharusnya Kita Tidak Menyerah- Pernah mendengar podcast? Nah, mungkin ini versi tulisnya. Anggaplah aku sedang menjalani versi lisannya. Semoga sampai pada hati kalian. started-26 Desember 2019.