Luka Berujung Bahagia

Luka Berujung Bahagia

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 5, 2026
"Aishaaa,tunggu!" Gadis berambut kucir satu dengan seragam SMA itu berbalik ke sumber suara. "Apa lagi?" ujarnya dengan mata berkaca kaca. "Kita adalah pernah, bukan punah bukan juga menyerah, hanya lelah." ujar Zicra lirih. "Lo ga boleh menangisi hal yang ga penting sha, kita cuman butuh waktu untuk semuanya." "Ge-er banget lo ma-mau gue tangisin, nangisin lo tuh cuman buang buang waktu gue." jawab Aisha susah payah menahan agar tangisnya tak keluar. "Lo bisa bohongin semua orang sha, tapi ngga dengan gue, gue gabisa lo bo---" ucapan Zicra terpotong. "Gue gabisa bohongin Allah, bukan lo doang, gausah sok tau semua tentang gue, udah cukup, gue gamau dengar apapun dari lo, stop it! jangan pernah deketin gue lagii, hikss... hikss... " Air mata Aisha sudah keluar begitu saja. 📍Jangan Lupa follow author biar bisa nikmatin karya selanjutnya . 📍Jadilah pembaca yang baik dan bijak. 📍SELAMAT MEMBACA 😍
All Rights Reserved
#619
cewek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • Kamu Hanya Milikku
  • Heyu : Second Gear
  • El and Jerganio (End)
  • GUMI [Completed]
  • Skyline Marriage
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines